Komoditas Sapi dan Ayam Harus Dikembangkan2011-02-08 18:31:57
TANJUNG REDEB, Asisten II Pemprov Kaltim Sa’bani pada pembukaan rapat konsultasi dan koordinasi teknis daerah pembangunan peternakan se-Kaltim, di Hotel Bumi Segah, Senin (14/3) meminta komoditas sapi dan ayam dapat dikembangkan. Pasalnya, seperti komoditas ayam di tahun 2010 lalu kontribusinya terhadap pembangunan di Kaltim cukup besar. “Tahun 2010 Kaltim tercatat menghasilkan kurang lebih 40 juta gaging ayam, sebagian dikonsumsi sendiri, sebagian lagi dipasarkan ke luar Kaltim,” katanya. Urutan ke dua didominasi daging sapi yakni kurang lebih 27,8 juta, dan yang ketiga daging ayam biasa 4,6 juta. Oleh sebab itu, kata dia, komoditas sapi dan ayam harus terus dikembangkan. Bisa melalui secara kelompok maupun individu, sebagai bentuk dukungan terhadap rencana swasembada daging ayam dan sapi. “ Untuk ayam potong, sebagian terwakili oleh salah seorang pengusaha di Samarinda,” terangnya. Bicara soal pengembangbiakan sapi di Kaltim ini sangat menjanjikan. Karena potensi alamnya, sebagai bahan pangan sapi cukup tersedia, bahkan bisa dikatakan berlebihan. Acara tersebut juga dihadiri Sekprov Kaltim Irianto Lambrie bersama jajarannya , Bupati Berau H Makmur HAPK beserta pejabat teras Pemkab Berau, dan Wayne Harly salah seorang peternak sapi dari negara Astralia. Dikesempatan itu Kepala Dinas Perternakan pemprov Kaltim M Ibrahim juga mengungkapkan, pengembangan sapi tersebut kembali kepada dipeternak, bagaimana merawat sapi yang baik dan benar, agar sapi dapat berkembang baik dan cepat. Kenginginan Pemprov cukup tinggi mengembangbiakkan sapi teresebut, untuk mencukupi kebutuhan daging sapi, yakni melalui swasembada daging di Kaltim. Tetapi semua itu terkendala ketersediaan dana, sehingga keinginan yang besar itu harus terbatasi oleh minimnya anggaran yang tersedia. Saat ini saja di Kaltim ada 108.000 ekor sapi di Kaltim, 25 ribu angka kelahiran. Sapi – sapi tersebut berada diantara daerah Kabupaten Berau, Bulungan, Pasir, Kutim dan Kukar. “Sebenarnya 2,6 juta ekor sapi di Kaltim tertampung, hanya saja kita kesulitan mendapatkan bibit, disebabkan keterbatasan dana. Sehingga dua tahun terakhir ini, 200 bibit sapi belum dapat terpenuhi,” ujarya. Oleh sebab itu ia berharap, kedepan anggaran untuk pengadaan bibit sapi tersedia, agar batuan sapi terhadap kelompok peternak dapat direalisasikan, untuk merealisasikan swasembada daging di Kaltim. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan, Acara yang saat ini kabupaten Berau memiliki lahan seluas 3 ribu hektare, untuk pengembangbiakan sapi, sementara sekitar 300 hektare lainnya sudah dimanfaatkan. “Kabupaten Berau ini juga menjanjikan untuk pengembangbiakan sapi. Karena itu kami memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modalnya di Berau,” ujarnya. Sehubungan dengan itu Pemkab Berau dan anggota DPRD Berau sangat mendukung kepada investor yang ingin berinvestasi, sebab hal ini ada kaiatannya dengan peluang kerja bagi masyarakat. Baik melalui kerja sama dengan kelompok peternak, atau pun melibatkan langsung sebagai pekerja. roz .
|