Warga Perbatasan Tuntut Pengembalian Dana Pembangunan Perbatasan2011-02-09 18:57:10
SAMARINDA, Ratusan warga perbatasan Kaltim, Rabu (16/3) mendatangi kantor DPRD Kaltim. Mereka menuntut sikap DPRD kaltim agar segera menuntut pemerintah untuk mengembalikan dana pembangunan kawasan perbatasan yang hilang. Ratusan warga perbatasan yang mendatangi kantor DPRD Kaltim ini terdiri dari Mahasiswa dan beberapa elemen kemasyarakat. Dalam tuntutannya, warga perbatasan meminta DPRD Kaltim menjelaskan keberadaan uang yang kabarnya untuk pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan kecamatan Long Layu dengan beberapa daerah di perbatasan Malaysia. "Kita minta agar DPRD mengusut kasus raibnya dana APBD Kaltim yang diperuntukan pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan dan memberikan sangsi tegas bagi pelaku yang telah sengaja menyimpangkan dana tersebut," kata Koordinator Aksi, Vendi Meru. Hilangnya anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD 2011 untuk wilayah perbatasan dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian pemerintah. Akibatnya, sampai saat ini, pembangunan di perbatasan masih tertinggal. Masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan, beberapa tahun belakangan ini, sudah membangun jalan dari Long Layu menuju titik perbatasan di Pa’dalih dan Long Dano, Serawak, Malaysia, dengan dana swadaya. Pembangunan jalan itu dilakukan untuk mempermudah akses ekonomi masyarakat ke negara tetangga, Malaysia. "Pemerintah sudah dianggap gagal memberikan pelayanan kepada warganya. Ini baru masalah transportasi saja, belum lagi masalah lainnya yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Semuanya masih serba sulit mahal,” katanya. Pada kesempatan ini lanjut Vendy, masyarakat perbatasan menagih janji Gubernur Awang Faroek Ishak saat Pilkada. Saat itu, Gubernur menjanjikan akan membangun perbatasan, namun sampai saat ini belum ada kemajuan. "Jangan hanya ngomong jalan tol atau free way saja yang dijadikan bahan perdebatan di setiap forum oleh gubernur, seolah-olah target pembangunan di Kaltim ini hanya ada di Samarinda dan Balikpapan," katanya. Ia berharap pemerintah bisa bersikap lebih arif untuk membangun perbatasan. Jangan sampai warga perbatasan yang sudah siap membela NKRI ini harus berbalik arah membela negara tetangga. M4n
|