Aksi Unjuk Rasa di DPRD SamarindaPKL dan Mahasiswa Tagih Janji
2011-02-09 18:59:49
SAMARINDA, Sekitar puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Gerakan Mahasiswa Menggugat (Geram) berunjuk rasa di depan pintu masuk Gedung DPRD Samarinda Jl Basuki Rahmat, Rabu (16/3). Mereka mendatangi kembali DPRD Samarinda guna menagih janji, akan memberikan hasil dan mengikuti pembahasan terhadap PKL di sepanjang pinggir Tepian Mahakam. Sebelumnya aksi ini sudah dilakukan tapi belum menemukan hasil bagi sejumlah PKL dan mahasiswa yang ikut mengamdinggi mereka dalam aksi tersebut. Dalam unjuk rasa ini mereka bergiliran berorasi menyampaikan protes terhadap Pemkot yang melakukan pembongkaran paksa rombong dan lapak di kawasan Tepian Sungai Mahakam depan Pasar Pagi. Selain berorasi, mereka juga membawa spanduk sebagai tuntutan mereka terhadap Pemkot. Menurut kordinator aksi Yoyok, aksi ini tindak lanjut dari aksi kemaren yang sampai saat ini belum juga ada kejelasan dan titik temu bagi para PKL tersebut. Pihaknya juga meminta DPRD Samarinda untuk memberikan teguran atas kinerja anggota Satpol PP yang terima suap dari para PKL di Samarinda. "Kami minta ketegasan dari pihak dewan agar PKL ini diberikan tempat yang layak," ujar yoyok, Rabu (16/3), saat dikonfirmasi Poskota Kaltim. Menurut salah seorang pedagang, Ibu Marni, pihaknya protes terhadap pembongkaran, karena Pemkot tak menepati janji untuk memberi waktu dan menunjukan tempat baru. Dengan tujuan inilah kami datang ke kantor sewan untuk memberikan masukan kepada Pemkot agar bisa memberikan tempat yang layak. "Pemkot menjanjikan tempat berjualan di Jl Samet Riyadi, tapi ternyata di lokasi itu sudah tidak ada tempat lagi," katanya. Sebenarnya, kata dia, pihaknya setuju dilakukan penertiban PKL, asalkan tempat dan lokasi untuk mereka bisa disediakan. Selain itu juga para anggota Satpol PP selalu mengunakan kekerasan bukan secara baik-baik inilah yang membuat kami merasa seperti penjagat yang harus segera disingkirkan agar tidak menjadi momok bagi warga Samarinda. "Kami minta ketegasan dewan untuk segera memanggil instansi yang terkait masalah PKL tersebut," katanya. Setelah menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Samarinda akhirnya PKL dan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan dijaga oleh pihak Polresta Samarinda hingga kembali Jl Pahlawan. aon
|