Eksekusi Riil Cemara Rindang Ditangani Ketua PN Baru

2011-03-18 02:51:21

2011-02-10  13:01:12

BALIKPAPAN, Agenda besar, berat, sekaligus sangat berisiko yang harus dilakukan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Balikpapan untuk melakukan eksekusi riil Komplek Pertokoan Cemara Rindang, Klandasan, Kecamatan Balikpapan Utara yang direncanakan dilaksanakan Maret 2011 ini belum ada titik terang kearah itu dan sejumlah pemilik rumah took (Ruko) di Cemara Rindang menyatakan kalau tindakan itu tidak mungkin dilakukan karena pasti mereka akan menolak dan bisa saja terjadi tindakan yang tidak diinginkan.
Molornya rencana eksekusi terungkap dari pernyataan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Balikpapan HM Idroes saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/3) siang. Dia mengaku  kalau sampai saat ini belum ada persiapan juga belum ada koordinasi dari aparat kepolisian tentang pelaksanaan eksekusi komplek Cemara Rindang di Jalan Sudirman. "Namun hal itu pasti akan dilakukan jika semua sudah menyatakan siap terutama dari pihak keamanan," kata Idroes.
Selain itu, di PN Balikpapan sendiri, tanggal 22 Maret mendatang akan terjadi pergantian pucuk pimpinan, dimana Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Balikpapan HM Idroes secara resmi pindah tugas menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar. SK dari Mahkamah Agung sudah turun tanggal 21 Februari 2011 lalu. Jadi menurut dia, mengenai tugas eksekusi Cemara Rindang dan lain-lainnya, bukan lagi wewenang dia.
‘’Itu nantinya menjadi tugasnya KPN yang baru, toh ini bukan tugas individu tapi tugas institusi yang nantinya dijalankan pejabat KPN Balikpapan yang baru,’’ ujar alumni Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang yang sudah 26 tahun menjadi hakim.
Mengenai eksekusi Cemara Rindang yang sudah diperintahkan Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Kaltim Made Sumitra SH MHum dilakukan bulan Maret 2011, lagi-lagi HM Idroes menjelaskan bahwa perintah eksekusi dilakukan usai pemilukada Balikpapan artinya setelah proses Pemilukada Balikpapan selesai, yakni dengan dilantik Wali Kota-Wawali terpilih maka eksekusi itu akan dilaksanakan, jadi sekitar Mei 2011 mendatang.
"Sekarng ini kan pihak keamanan dalam hal ini polisi masih konsen pada pengamanan Pemilukada, jadi eksekusi Cemara Rindang akan mundur dari bulan Maret ini, namun kapan itu pasti setelah selesai proses pemilukada termasuk sudah dilantiknya walikota dan wakil walikota terpilih yang diperkirakan Mei 2011 mendatang," terangnya.
Idroes mengatakan, selama menjalankan tugas sebagai KPN di Balikpapan dirinya merasakan sangat tenang menjalankan tugas, tidak seperti waktu di Surabaya, menangani perkara penuh tekanan dan banyak intervensi dari pihak luar. Selanjutnya pejabat pengganti yang akan menjabat KPN Balikpapan adalah Gunawan Gusmo SH Mhum yang saat ini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan. "Kami berharap KPN yang baru nanti bisa melaksanakan tugas seperti apa yang sudah saya lakukan selama ini," harapnya.
Seperti diketahui, Cemara Rindang telah dimenangkan ahli waris Datu Sjachrudin sejak 1995 silam, meski Wali Kota Balikpapan H Imdaad Hamid mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan mencantumkan bukti baru silsilah Sultan Kutai, Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Kaltim Gede Sumitra SH MHum memerintahkan eksekusi riil, sebab sita eksekusi sudah dilaksanakan tahun lalu, 2010. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Senin 27 Oktober 2014
Senin 27 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2481 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...