Belum Ada Sekolah Standar Internasional di Indoensia

2011-03-21  00:29:27

BALIKPAPAN, Gonjang-ganjing sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur menjadi pembicaraan hangat saat dilakukan Disakusi dan Koordinasi bersama DR Bambang Indrianto, Sekretaris Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas, Sabtu (19/3) di rumah Dinas Wakil Walikota Balikpapan H Rizal Effendi yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kota (DPK).
Menurut Bambang, RSBI diharapkan akan menjadi sekolah istimewa di Indonesia artinya melalui sekolah ini akan didapat kualitas pendidikan yang prima dan sama dengan sekolah-sekolah internasional diluar negeri, hanya saja masih ada kendala yang sangat mendasar dengan hadirnya RSBI seperti banyak guru yang belum bersertifikasi untuk mengajar di RSBI karena minimal guru harus S2 linier, bukan asal S2 saja.
Dari sisi lain lagi RSBI harus memiliki sister school diluar negeri sehingga antara sekolah RSBI dengan sister school akan terjadi komunikasi pendidikan yang benar-benar intens, khususnya berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan.
‘’Kita tidak sekedar ada sekolah luar negeri yang menjadi mitra kita tapi kita juga harus benar-benar siap menguasai bahasa Inggris dan teknologi informatika (IT), kalau ini tidak dimiliki sekolah di Indoensia khususnya RSBI maka sia-sia adanya, olehnya bagi RSBI agar sudah memprogramkan semua ketentuan yang ada dan harus dijalankan disekolah itu,’’ ujar Bambang ketika terjadi dialog dengan para guru dan kepala sekolah.
Dia mengaku kalau pendidikan di Indoensia sebenarnya baru mulai dikenalkan dengan IT, kalau ada sebenarnya baru sekolah-sekolah tertentu dan itupun baru dikota-kota besar saja sedangkan sekolah yang menerina peralatan IT belum merata, sebab untuk mengquasai teknologi ini harus ada guru yang sudah minded mengoperasikan IT,. "Jangan ada peralatan IT tapi guru tidak bisa mengoperasikan, ini kan sia-sia," katanya.
Namun Bambang mengatakan, harus diakui dalam beberapa tahun terakhir ini ada sekolah-sekolah yang mendapatkan peralatan TI tapi tidak bisa digunakan karena para guru tidak menmgerti bagaimana mengoperasikan alat canggih itu, sehingga peralatan yang mahal rusak karena tidak digunakan.
‘’Ini salah program, harusnya guru-guru sudah menguasai TI baru pemerintah menyumbang peralatan itu, tapi selama ini terbalik peralatan disitribusikan sedangkan guru – guru baru dilatih belakangan dan kenyataan lain lagi bahwa banyak guru tidak berminat untuk menguasai peralatan modern ini,’’ kata Bambang menjelaskan.
Menurut Bambang, pendidikan memang menjadi kunci keberhasilan satu Negara, untuk itu Indonesia terus berupaya untuk bisa menguasai TI baik guru maupun siswa termasuk mahasiswa sehingga perkembangan pendidikan di luar negeri bisa dikuasai oleh teknokrat dari Indonesia tapi ingat hal ini tidak mudah.
Ditanya apakah sudah ada sekolah berstandar internasional (SBI) di Indonesia, Bambang Indrianto mengatakan kalau SBI belum ada di Indonesia, yang ada baru sampai di RSBI namun pemerintah terus berupaya agar di Indoensia aka nada SBI hanya saja kapan itu yang belum kami ketahui yang pasti belum tahun ini atau tahun mendatang.
‘’Belum, belum ada SBI di Indoensia, yang ada baru RSBI, namun pemerintah tengah berupaya agar sekolah yang RSBI akan menjadi SBI tapi belum bisa tahun ini atau tahun depan sebab untuk menjadi SBI itu tidak muda karena berkaitan dengan kurikulum dan sistim mengajar yang full bilingual yang akan digunakan,’’ ujarnya.
Ketua DPK Balikpapan,  Subiyanto, ST mengatakan DPK menggagas kegiatan ini karena melihat kalau pendidikan di Balikpapan masih perlu di dorong dan yang bisa melakukan itu adalah para pakar pendidikan dan mereka yang memiliki kompetensi dibidang ini, untuk itu kami mengundang DR. Bambang Indrianto, beliau menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional selain itu beliau seorang rokoh pendidikan yang handal.
‘’Kami melihat kalau pendidikan di Balikpapan masih perlu disuntik dengan perkembangan-perkembangan yang ada khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan pada umumnya, apalagi dalam waktu dekat anak-anak kita akan mengikuti ujian nasional (UN) mulai dari tingkat SMP sampau SMA/SMK,’’ ujar Subianto.
Hadir pada acar yang digagas DPK Balikpapan, Kepala Dinas Pendidikan kota Balikpapan Drs. Syahrumsyah Seti, MSi, Kepala-kepala sekolah mulai dari SD, SMP Negeri dan swasta juga sekitar 150 orang guru. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...