Bupati Tegur Petugas Kebersihan SAD2011-03-21 00:34:59
TANJUNG REDEB, Belum genap setahun beroperasinya pasar induk Sanggam Adji Dilayas (SAD), kini sudah mulai terjerat masalah kebersihan. Padahal tak kurangnya Pemkab Berau terus mengingatkan ketertiban,disiplin dan ketaatan seluruh pedagang maupun pengunjug pasar untuk memperhatikan aturan kebersihan yang diterapkan. Jumat (18/3), saat Bupati Berau H Makmur HAPK kembali meninjau SAD, dengan tegas kembali memperingatkan pedagang dan petugas kebersihan. Hasil serapan di lapangan, saluran pembuangan air dipasar basah sudah tersumbat dan kerap banjir. Bau busuk juga sangat menyengat mengingat kotoran yang menyumbat berasal dari sisa daging, ayam,ikan dan sayuran yang dibuang sembarangan. Kejadian itu sudah terjadi beberapa waktu terakhir khususnya setelah ada perubahan kebijakan yang mengatur administrasi petugas kebersihan dan satpam pasar. “Ini tolong diperhatikan, jangan sampai begini terus, harus saling menjaga kebersihan ini demi kenyamanan bersama, pedagang, petugas kebersihan juga pengunjungnya,” tegas Bupati. Laporan lainnya, fasilitas penunjang untuk umum toilet pasar juga sedang bermasalah. Toilet wanita saat ini tidak dapat digunakan karena tersumbat. “Ini sudah terjadi selama setengah bulan lebih, kita sudah laporkan bahkan kepada kontraktor pelaksana yakni PT Total, tapi belum ada responnya,”ujar Sabri penjaga toilet pasar. Diduga kerusakan itu akibat ulah pengguna toilet yang membuang sembarang benda kedalam toilet, padahal dengan jelas tertulis didinding larangan membuang barang yang berpotensi menyumbat seperti pembalut wanita. Menanggapi hal itu, Bupati mengatakan, PT Total, diyakini pasti akan merespon jika diberi tahu. “mereka biar sudah lepas tangung jawab 10 tahun asalkan mereka masih berada disini pasti akan membantu, kami yakin itu, mereka sangat professional dan akan membantu,” jelas Bupati. Sementara itu, Anggota DPRD Berau H Rustam ST, mengaku prihatin terhadap kondisi itu. “Kami harapkan instansi terkait dapat memperhatikan dan segera menangani masalah itu,” ungkap Sekretaris Komisi III ini. Apalagi diyakini masalah ini pastti mengganggu aktifitas pasar. Untuk itu kontraktor pelaksana diharapkan memberikan perhatian juga untuk membantu memperbaiki. “terlebih sampai saat ini kita sadari Pemkab Berau masih memberikan subsidi untuk operassional pasar,” tandasanya. as
|