Buaya Tritip Hanya Makan Dua Kali Seminggu2011-03-21 22:12:56
BALIKPAPAN, Besarnya biaya penangkaran buaya Tritip membuat pengelola terpaksa hanya mampu memberi makan buaya-buaya yang ada hanya dua kali dalam seminggu. Itu dikarenakan pemasukan yang hanya mampu menutup separuh biaya operasional penangkaran. Penangkaran yang berdiri tahun 1990 ini dijalankan CV Surya Raya. Menurut Kepala Lapangan Penangkaran Buaya Teritip, Alfian, pihaknya tak mendapat bantuan pemerintah daerah, namun menjadi aset daerah dan wajib memberikan pendapatan ke daerah. "Karena itu, berat secara operasional. Pendapatan dari karcis masuk hanya menutup separuh biaya operasional," kata Alfian. Untuk itu, Penangkaran Buaya di Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur ini membuka pintu lebar-lebar bagi para donatur. Buaya yang ada di sana doyan ayam dan aneka jenis ikan. Alfian menjelaskan, selera makan buaya besar. Di penangkaran yang letaknya 27 km arah timur dari pusat kota Balikpapan ini ada 2.000-an buaya. Jenisnya buaya muara (Crocodylus porosus), buaya air tawar atau buaya siam (Crocodylus siamensis), dan buaya sumpit atau buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii). Lebih jauh dijelaskan, satu buaya minimal butuh lima kg daging per hari. Namun, tak bisa diberi jumlah sebanyak itu. "Kami hanya memberi makan dua kali sepekan dan itu pun 700-an kg daging per pekan, kebanyakan ayam dan ikan air asin," kata Alfian. Untung saja, lanjut dia, buaya adalah tipe satwa yang kuat menahan lapar. Jadi, walau tidak diberi makan tiap hari tak apa-apa. Untungnya lagi, benih-benih ikan sudah ditabur di kolam-kolam tempat buaya berkubang. Walau tak terdeteksi sisa ikan yang tinggal, dia percaya masih ada. Alfian juga mengakui kadang mendapat kiriman sisa ikan atau daging dari catering. Atau dari donatur seperti komunitas warga. Namun hanya waktu-waktu tertentu. "Karena itu kami akan menyambut baik jika ada pihak ikut membantu memerhatikan urusan pakan buaya ini," harapnya.***
|