Listrik Kendala Distribusi Air Bersih 2011-03-21 22:14:19
BALIKPAPAN, Distribusi air bersih Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Berau dalam beberapa waktu belakangan ini terganggu akibat listrik PLN sering padam membuat banyak pelanggan mempertanyakan penyebabnya, kalau listrik cukup maka empat mesin di Instalasai Pengelolaan Air (IPA) bisa berjalan lancar. Demikian dikatakan Manajemen PDAM Berau ketika ditanya adanya keluhan pelanggan karena distribusi air PDAM tidak lancar dan warna air belum jernih. Pihak PDAM terus berupaya untuk memberi layanan air bersih kepada pelanggan dengan lancar dan kualitasnya lebih baik, namun karena ada kendala pada mesin pendorong atau boster karena tidak mendapat suplai daya listrik yang cukup maka sangat berpengaruh terhadap distribusi air bersih ke rumah pelanggan. Bupati Berau, Makmur mengatakan, pemerintah minta agar PDAM harus bisa mengoperasikan sekaligus merawat peralatan yang ada, terutama masalah air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat harus benar-benar dikerjakan dengan baik. Sedangkan peralatan yang ada harus dioperasionalkan secara profesional, sebab secanggih apapun peralatan yang ada jika tidak difungsikan dengan baik maka sia-sia. Bupati mengaku kalau investasi yang diberikan untuk operasional PDAM sudah cukup besar, olehnya PDAM dituntut untuk bisa mengoperasikan segala peralatan yang ada dengan baik. Kalau alasan karena listrik sering padam sehingga sangat berpengaruh terhadap distribusi air kepada pelanggan, ini menjadi resiko, namun kita harus berupaya mencari jalan keluar untujk masalah itu. ‘’Tugas utama PDAM adalah memberikan layanan air bersih kepada pelanggan dan masyarakat, untuk itu kalau ada kendala dalam operasional di lapangan, tentunya harus bisa dicarikan solusinya termasuk keterbatasan pasokan listrik PLN yang sering padam,’’ tegas Makmur. Disinggung soal pengerjaan sarana air berih perkotaan di Sambaliung, Makmur mengatakan, sumber air baku di sana (Sambaliung, red) cukup besar, untuk itu PDAM harus bisa mengerjakan berbagai alat yang dibutuhkan. Sebab jika satu alat tidak berfungsi maka akan mempengaruhi seluruh operasional air baku bersih. "Kami minta agar PT Wijaya Karya dengan Join Operational PT Karka Arganusa agar bisa selesai tepat waktu sehingga masyarakat bisa secepatnya menikmati air PDAM dengan kualitas yang baik," pintanya. Sumber resmi PDAM Berau mengatakan, sampai hari ini pembangunan IPA PDAM terus dikembangkan termasuk pasokan daya dari PLN terus diupayakan, dengan harapan kedepan distribusi air bersih PDAM akan lancar. Jadi menurut dia, tidak ada kaitan dengan penyimpangan yang terjadi seperti apa yang dilansir salah satu media cetak mingguan beberapa waktu lalu. Ketua Gabungan Wartawan Kalimantan (Gawak) Cabang Berau, Andi Mappasiata mengatakan pihaknya langsung menyikapi adanya informasi kalau air PDAM dikeluhkan pelanggan karena tidak lancar atau sama sekali mati, padahal pelanggan benar-benar membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari khususnya untuk masak, cuci maupun kebutuhan lainnya. ‘’Yang membuat kami tambah terkejut lagi karena pada pemberitaan itu dicantumkan kalau ada dugaan pembangunan Waduk dan pompa air sebanyak empat buah diindikasi terjadi korupsi, padahal pembangunan berbagai fasilitas PDAM yang dikerjakan PT Wijaya Karya bersama salah satu kontraktor di Berau PT Karka Arganusa, sebenarnya tidak ada KKN dalam pembangunan fasilitas PDAM,’’ kata ketika menghubungi media ini di Balikpapan. Dia mengatakan, warga masyarakat Berau memang sangat membutuhkan air PDAM secara lancar, namun dalam beberapa waktu belakangan ini tidak lancar hanya karena ketersediaan listrik untuk mendorong empat pompa PDAM tidak mampu. Menurut dia, kalau ada tambahan daya maka dipastikan mesin-mesin itu bisa beroperasi dengan lancar dan kini hanya ada dua pompa yang aktif beroperasi. ‘’Kalau benar terjadi KKN dalam pembangunan berbagai fasilitas PDAM, pasti kami yang pertama untuk menyikapi. Namun kenyataan yang ada memang pembangunan fasilitas PDAM terganggu, tapi itu disebabkan karena faktor daya listrik untuk PDAM,’’ kata Andi. Secara jujur, lanjut dia, masalah ini kami sudah dikonsultasikan baik dengan manajemen PDAM maupun dengan bupati maupun wakilnya, mereka menyatakan gangguan itu tidak ada kaitan dengan dugaan KKN. ‘’Kalau memang ada indikasi KKN silahkan tunjukkan bukti-bukti outentiknya, jadi tolong bagi wartawan yang akan memberitakan satu informasi agar benar-benar dikonfirmasi langsung kepada sumber utamanya, sehingga pemberitaan itu menjadi akurat dan tidak menyalahi aturan yang ada termasuk melanggar kode etik jurnalistrik,’’ katanya menjelaskan. Ditanya kapasitas air baku di waduk Berau untuk kebutuhan pelanggan, Andi mengatakan kalau PDAM menyatakan saat ini produk air bersih unbtuk pelanggan mencapai 200 m3/detik, namun karena listrik PLN sering padam sehingga produk air baku berkisar 180 m3/detik sampai 200 m3/detik dan rencana sebesar 500 m3/detik. Dibagian lain, Koordinator Wilayah IV Perintis Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI), Kalimantan, yang juga coordinator Gawak Kalimantan Andi Agoes, SH, meminta agar wartawan yang akan melakukan investigasi satu kasus untuk dikorankan agar tetap memenuhi kriteria jurnalistik dan tidak dibolehkan menulis sumber hanya dengan sebutan ‘’sumber’’, sumber resmi atau menurut informasi. ‘’Ada tudingan PDAM telah melakukan tindakan KKN dalam pembangunan berbagai fasilitas PDAM termasuk empat pompa dan distribusi air bersih yang terganggu akibat seringnya listrik PLN padam tanpa pemberitahuan. Kami mau tegaskan tidak ada KKN diproyek PDAM,’’ ujar Andi Agoes. max
|