Pemerintah Janji Lakukan Terobosan Pasar Kerja2011-03-22 23:08:14
SAMARINDA, Dalam rangka mengurangi kesenjangan dan tidak sinkronnya antara kebutuhan pasar kerja dengan tenaga kerja yang memiliki ijazah atau mereka yang sudah berpendidikan, maka pemerintah berjanji tidak berhenti melakukan terobosan-terobosan untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Demikian yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy baru-baru ini di Setprov Kaltim. Mengenai hal itu, Farid menyingung angka kemiskinan di Kaltim. Dimana untuk data terakhir, angka kemiskinan Kaltim mencapai 10,14 persen dari jumlah angkatan kerja di Kaltim pada 2010 lalu. “Jumlah angka angkatan kerja kita pada 2010 lalu mencapai 1,6 juta jiwa. Jadi, angka tersebut adalah angka dari mereka yang harus bekerja,” ujar dia. Karena itu, kata dia, dari jumlah pendudukan Kaltim sebanyak 3,5 juta jiwa, ternyata ada 1,6 juta jiwa mereka harus bekerja. Sebab, usia mereka memang harus bekerja. Maka dari itu, 166 ribu jiwa lulusan SMK tersebut ternyata belum memiliki pekerjaan. Jadi, lanjutnya, bagaimana mengurangi kesenjangan jumlah pencari kerja dengan pasar kerja. Intinya, pemerintah tidak akan pernah berhenti melakukan terobosan. “Karenanya, untuk itu, Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Kaltim kita pungsikan dengan baik, sehingga kita berharap mereka yang belum memiliki keterampilan dan kompetensi tadi dilatih kembali di BLK. Harapannya, setelah keluar dari BLK mereka pun dapat bersaing dengan pencari kerja lainnya,” jelasnya. Menurutnya, dengan mempungsikan BLK tersebut, tentunya pemerintah berharap agar kompetensi yang dimiliki dapat dibutuhkan oleh pasar kerja. Saat ini, memang para lulusan SMK tersebut telah memiliki pendidikan yang cukup. Hanya saja, kompetensi yang dimiliki sebelumnya meski ditingkatkan lagi. “Oleh karena itu, di seluruh BLK di Kalimantan Timur kita upayakan dipungsikan dengan baik,” timpalnya. Selain itu, dalam mengurangi kesenjangan tersebut, Pemprov Kaltim juga tengah menggagas dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menjadikan BLKI di Balikpapan sebagai BLKI yang berstandar internasional. “Nah, karena itu, mengenai siswa SMK ada dua hal yang harus mereka pahami, yakni di satu sisi ketika lulus nanti mereka harus siap bekerja. Misalnya, mereka yang menempuh jurusan perhotelan kerjanya di hotel. Kemudian mereka yang jurusan tata boga kerjanya masuk di bagian tata boga. Selain itu, yang perlu dipahami adalah selain mencari kerja, mereka yang lulusan SMK ini harus mampu membuka peluang kerja atau mandiri. Misalnya. Mereka dulunya masuk di jurusan otomotif saat lulus bisa membuka bengkel. Hal seperti itu sebenarnya kita harapkan, jadi mereka tidak semata-mata hanya mencari kerja,” pungkasnya. mar
|