Pengusaha Lokal Masih Diremehkan2011-03-24 04:54:37
Bontang,Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bontang, Andi Faisal, berharap Walikota dan Wawali Bontang yang baru, Adi Darma-Isro Umarghani, dapat menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat. Pasalnya, selama ini peran pengusaha lokal masih cenderung terpinggirkan dalam perebutan kue pembangunan. Hal ini terlihat dengan minimnya pengusaha lokal yang dipercaya mengelolah pembangunan proyek raksasa seperti Pasar Taman Telihan yang menelan APBD sebesar Rp 34 milyar lebih. "Harapan kami Walikota yang baru bisa menumbuhkan semangat berusaha bagi pengusaha lokal dengan memberikan peluang bagi pengusaha lokal terlibat dalam pembangunan Kota Bontang," ujar Andi Faisal, saat ditemui usai pelantikan, Rabu (24/3) . Menurut Andi Faisal, selama ini ada kecenderungan pemerintah lebih percaya dengan pengusaha dari luar Bontang, bahkan Kaltim untuk mengerjakan proyek-proyek besar. Padahal, tidak sedikit dari proyek itu dikerjakan secara konsorsium usaha karena keterbatasan modal. Pilihan konsorsium seperti itu, kata Andi sebenarnya bisa juga dilakukan oleh pengusaha hanya persoalannya tingkat kepercayaan pemerintah masih rendah sehingga cenderung sulit dimenangkan pada saat proses tender. "Ini yang saya katakan kita butuh persaiangan usaha yang sehat dan peluang sama untuk mendapat pekerjaan," paparnya. Ia percaya dengan terbukanya peluang usaha secara adil, maka pengusaha lokal yang tangguh dan profesional akan muncul dan bersaing hingga level Nasional.Andi berharap berikanlah kesempatan pengusaha-pengusaha local untuk mengerjakannya. Ungkap aktivis ini. Dari bidang pendidikan, Abdul Hakim salah satu guru swasta berprestasi dari Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) Bontang, mengharapkan kepemimpinan Adi-Isro, berharap alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBD dapat dimaksimalkan. Salah satunya dengan terus meningkatkan kualitas tenaga pengajar baik di sekolah negeri maupun swasta. Menurut Abdul Hakim, mash terdapat dikotomi yang cukup lebar antara guru negeri dan guru swasta dalam hal peningkatan kapasitas. "Kami berharap pemerintah Pak Adi-Isro ini, bisa mengikis dikotomi antara guru negeri dan swasta, dengan memberikan kesempatan yang sama melanjutkan pendidikan," ujar Abdul Hakim. Ia juga berharap pemerintah merangsang prestasi guru dengan memberikan penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi. Selama ini cukup banyak guru asal Bontang yang berhasil meraih penghargaan tingkat Nasional namun di Bontang sendiri tidak pernah diperhatikan. "Terakhir saya juga berharap kompetensi pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) juga perlu terus ditingkatkan agar layanan terhadap guru dan murid bisa berjalan baik," katanya.wan
|