Nilai UAS Berpengaruh Pada Kelulusan40 Persen Hak Otonom Sekolah Tentukan Kelulusan
2011-03-25 05:19:43
TENGGARONG, Pekan terakhir April ini, siswa-siswi yang duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri/Swasta sedang disibukkan menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Ajaran 2010/2011. Semua mata ajaran diuji dalam UAS, sehingga nilai yang diraih siswa dari UAS ini berpengaruh bagi kelulusan nanti. Sejak Senin (21/3) lalu hingga besok (Sabtu 26/3) 272 siswa-siswi pelajar kelas III SMPN 3 menghadapi UAS dari 12 mata pelajaran yang diberikan guru mereka selama ini. Menurut Wakil Kepala Satuan Pendidikan SMPN 3 Tenggarong, Rubianto ditemui sedang mengawasi jalannya UAS pada Kamis (24/3) mengatakan, ke 12 mata pelajaran yang di UAS kan pada Tahun Ajaran 2010/2011 pihaknya itu masing-masing terdiri dari 50 soal pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda. Sedang soal dibuat oleh guru yang mengajar setiap hari di depan kelas kecuali untuk mata pelajaran Pendidikan Agama. Sebab untuk mata pelajaran Pendidikan Agama soalnya dibuat Dinas Pendidikan. Ke 12 mata pelajaran itu terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris. Kemudian Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Ketrampilan Jasa. Sedang dua lainnya berupa mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) terdiri dari pelajaran Teknologi Informasi Komputer (TIK) dan Pengetahuan Kesejahteraan Keluaraga (PKK). Rubianto yang juga Ketua Panitia UAS SMPN 3 Tenggarong menambahkan, tahun ini berbeda dengan Tahun Ajaran 2009/2010 maupun sebelumnya, dimana UAS dilakukan setelah siswa mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Perbedaan lainnya adalah UAS pada tahun lalu tidak mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggeris, Matematika dan IPA. Karena 4 mata pelajaran itu diujikan dalam UAN. Menurutnya, penerapan sistem baru ujian akhir SMP tahun ini lebih baik dari sebelumnya, karena memberikan hak bagi sekolah untuk memberikan penilaian bagi kelulusan siswa nantinya. ”Ya semacam hak otonomi bagi sekolah begitu,” katanya. Karena, lanjut dia, yang lebih mengetahui kemampuan siswa itu adalah sekolah sebagai tempat siswa menjalani proses belajar, bukan dari hasil UAN. Disamping itu, UAS juga merupakan ajang mempersiapkan siswa menghadapi UAN, karena UAS juga mengujikan 4 mata pelajaran yang diujikan pada UAN. Oleh sebab itu UAS sangat penting, selain sebagai salah satu penilaian bagi kelulusan siswa juga diharapkan siswa tidak shock ketika menghadapi UAN yang akan digelar akhir April nanti. Karena sistem baru penilaian kelulusan siswa ini 40 persennya diambil dari kegiatan siswa selama sekolah atau selama 5 semester dan hasil UAS. Sedang nilainya sebesar 60 persen diambil dari kemampuan siswa saat mengikuti UAN. Karena rata rata nilai kemampuan siswa untuk lulus SMP dengan sistem baru ini minimal mampu mencapai nilai 5,5. yd
|