Dirjen Pemasyarakatan Kunjungi Rutan Kelas II B2011-03-28 01:55:06
TANJUNG REDEB, Keluhan Rutan kelas II B Tanjung Redeb mengenai masalah over kapasitas penghuni yang selama ini terjadi, ditinjau langsung Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono. Selain minim fasilitas pemasyarakatan untuk membina keterampilan, juga kekurangan ruang blok. Seperti diketahui, Rutan Tanjung Redeb menampung penghuni 2 Kabupaten Berau dan Bulungan. Menurutnya sudah saatnya Berau memiliki Rumah Tahanan (Rutan), Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) secara terpisah. Sampai saat ini Rutan Berau masih dimanfaatkan untuk 3 kepentingan tadi dan dinilai sudah tidak layak. “Melihat peningkatan jumlah penduduk Berau saat ini sudah saatnya LP,Bapas dan Rutan dibangun terpisah,” ungkap Dirjen Untung Sugiyono saat meninjau Rutan Tanjung Redeb, sesaat usai peresmian Kantor imigrasi kelas III jalan Mangga II Tanjung Redeb, Sabtu (26/3) kemarin. Daalam kunjungannya, didampingi Bupati Berau Drs Makmur HAPK MM, Kepala Rutan M Ikhsan SE,Dirjen Hukum dan HAM Bambang Irawan, dan sejumlah pejabat dan staf Rutan, Untung, menyempatkan diri meninjau beberapa fasilitas Rutan termasuk blok anak-anak. Dalam blok anak Dirjen sempat melakukan komunikasi singkat dengan anak yang jadi warga binaan. Dari hasil perbincangan singkat itu, Dirjen memastikan blok untuk anak itu murni dihuni kategori anak. “Artinya murni anak-anak, tidak dicampur, jangan sampai dicampur dengan dewasa,cukup banyak juga,”ungkapnya. Jumlah penghuni blok anak saat kunjungan itu berjumlah 24 orang, terdapat beberapa anak titipan dari Bulungan. Selain blok anak, rombongan juga meninjau blok dewasa dan wanita. Untung menilai lahan yang ada saat ini sudah tidak seimbbang lagi dengan jumlah penghuni. Senada dengan ungkapan Dirjen Hukum dan HAM Bambang Irawan, Untung setuju masukan kepada Pemkab Berau untuk menyediakan lahan yang lebih luas. “Tidak perlu dalam kota, lahannya yang luas untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian dan sebagainya sebagai pembekalan keterampilan warga binaan,” ungkap Untung. Masukan itu direspon Bupati yang berharap ada dana APBN yang dimungkinkan untuk pembangunan lembaga pemasayarakatan baru dan lebih lengkap. “Kami sediakan lahannya, sedianya jika ada dana pembangunan, sebab kami sadari sampai saat ini kami belum bisa berbuat banyak untuk membantu Rutan terkait masalah over kapasitas, tapi untuk lainnya masih bisa kita bantu seperti kasur dan keperluan lainnya,” kata Bupati. as
|