Persaingan Blok Mahakam Makin PanasBupati Kukar Tegaskan Ingin Pegang Saham di Blok Mahakam
2011-03-29 14:35:05
BALIKPAPAN, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) DR Darwin Zaeldy Saleh dalam sambutan ketika meresmikan tiga proyek besar milik Total E & P Indonesie di Blok Mahakam, Sabtu (26/3) lalu mengatakan kalau pembangunan proyek minyak dan gas oleh Total E & P Indoensie tentunya menjadikan satu kebanggaan pemerintah karena dalam kondisi seperti ini, dimana produk gas secara makro terus mengalami penurunan produksi termasuk di Indonesia. Dengan tuntasnya pembangunan sejumlah fasilitas Migas di Blok Mahakam oleh Total E & P Indonesie bersama mitranya INPEX Corp maka turunnya produksi gas terus dipertahankan kendati harus mengaktifkan sejumlah sumur lama yang dianggap selama ini tidak produktif, menurunnya produk gas secara makro tidak menyurutkan niat Total E & P Indonesie dan INPEX Corp untuk terus membangun berbagai proyek Migas di blok Mahakam seperti yang diresmikan Menteri ESDM Indonesia Darwin Zahedy Saleh pekan tadi di Lapangan South Processing Unit (SPU) Anggana, Kabupaten Kukar. Bertempat di anjungan South Processing Unit (SPU) Camp Total E&P Indonesie PSC Mahakam, Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Menteri ESDM meresmikan proyek pembangunan lapangan gas dan kondensat Tunu tahap 11, 12, 13A, Peciko 6 dan fasilitas akomodasi lapangan SPU dengan total infestasi mencapai Rp 38 triliun. Menyinggung soal kontrak kerjasama Total E & P Indonesie dengan pemerintah Indonesia mengelolah blok Mahakam yang kaya akan migas yang nantinya akan berakhir tahun 2017, Menteri justru menyatakan kalau Total E & P Indonesia sangat konsisten meningkatkan produk Migas terutama gas dan kondensat bagi kepentingan dalam negeri maupun luar negeri terutama menunjang sumber APBN. ‘’Total masih terus eksis mengembangkan proyek-proyek Migas di Blok Mahakam sebagai bukti tiga proyek besar yang diresmikan hari ini dan ini menunjukkan eksistensi Total E & P Indonesia tidak luntur kendati perpanjangan ijin mengelolah Blok Mahakam belum ada jawaban dari pemerintah,’’ kata Darwin Zaeldy Saleh, menjawab pertanyaan wartawan soal perpanjangan ijin operasional Blok Mahakam kepada Total E & P Indoensie. Menurut Darwin, belum ada jawaban dari pemerintah karena kontrak itu kan putusnya tahun 2017, kedepan apakah masih dipercayakan kepada Total E & P Indoensia atau tidak itu bergantung pemerintah dan sampai hari ini belum ada jawaban soal itu termasuk keinginan pertamina untuk mengelolah Blok Mahakam namun kami sudah mulai ikutkan mereka di blok Mahakam sedangkan ada keinginan Pemprov Kaltim dan Kabupaten Kukar ikut dalam mengelolah blok yang kaya minyak dan gas ini masih belum dibahas oleh pemerintah. Ditanya apakah sudah ada investor lain selain Total E & P Indoensie yang mengajukan kesiapan mengelolah blok Mahakam, Menteri ESDM mengaku belum ada satrupun investor diluat Total E & P Indoensia yang sudah mengajukan proposal untuk blok Mahakan, apalagi masalah inikan termasuk high teknologi dan padat duit sehingga siapa saja yang ingin masuk ke Blok Mahakam harus sudah memikirkan panjang lebar masalah itu.
|