Kajian Berau Pesisir Dinilai Copy Paste2011-03-29 15:08:47
TANJUNG REDEB,Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, H Rustam menilai hasil kajian pemekaran Berau Pesisir copy paste (menjiplak) dari hasil kajian terdahulu, sebelum dilakukan kajian kedua kali. Tudingan tersebut diungkapkan lantaran banyak data berbeda diantaranya jumlah penduduk berbeda dnegan data Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Badukcapil). Begitu juga tidak ada hasil analisis, potensi per kecamatan, dan masih banyak lagi yang tidak ada kesamaan dengan kenyataan di lapangan. Ia sependapat dikatakan Bupati, tim yang melakukan kajian ini harus berani bertangungjawab dengan apa yang sudah dilakukan selama ini. Sebab, ini menyangkut masa depan warga pesisir. “Maaf, saya tidak menghalangi rencana pemekaran ini. Tapi jangan sampai masyarakat ini justru terjebak oleh kajian yang kita anggap tidak sempurna ini,” tegasnya. Sehubungan dengan rencana pemekaran itu politisi demokrat ini juga mengingatkan, agar hasil kajian itu benar benar palit, sesuai dalam data dan fakta di lapangan. Jika ada kesulitan di lapangan, hendaknya bisa melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat, atau tokoh masyarakat yang berdomisili di daerah yang menjadi pengkajian. Persoalan ini jangan dianggap gampang, karena bagaimana pun juga pengkanjian ini sebagai penentu nasib. “Baik layak tidak nya dimekarkan, maupun masa depan warga pesisir,” ucapnya. Diakuinya, memang persoalan ini tidak perlu diperdebatkan, tetapi seyogianya harus ada penyempurnaan dalam pengkajian tersebut, agar pembiayaan yang menelan ratusan juta itu habis percuma begitu saja, tanpa membuahkan hasil yang manyenangkan semua pihak. “Oleh sebab itu kembali lagi saya ingatkan, pengkajian ini harus diulang, agar hasilnya nanti jauh lebih sempurna, dari pada sekarang yang terkesan asal – asalan,” pungkas Rustam. roz
|