Satpol PP Razia Siswa Keliaran Jam Sekolah

2011-03-29  15:16:12

BALIKPAPAN, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan berhasil menjaring 4 pelajar dan 2 pasangan mesum dalam razia pelajar yang berkeliaran di warnet dan hotel melati ketika jam sekolah berlangsung, razia yang berlangsung Rabu (30/3), dimulai pukul 14.00 Wita, diawali dengan penelusuran sejumlah siswa yang nongkrong di pinggir pantai gedung olahraga (GOR) Banua Patra.
Di tempat ini anggota Satpol PP sempat kejar-kejaran dengan 4 pelajar SMA tapi akhirnya para pelajar ini menyerah di sekitar Helipad milik PT Pertamina (Persero) lalu diangkut dengan mobil truk tertutup masing-masing 3 siswi dan 1 siswa, sedangkan dua siswa lainnya berhasil melarikan diri.
‘’Jangan difoto nah mas aku malu dilihat teman-teman sekolah,’’ ujar Sofi, pelajar SMAN 4 ketika digiring ke atas mobil truk,  dia mengaku, hanya menyaksikan pemandangan pantai Banua Patra bersama temannya ketika didatangi petugas Satpol PP dan saat itu kami hanya lihat-lihat pantai kok mas tidak malakukan hal-hal yang negative,’’ katanya beralasan.
Setelah melakukan razia di pinggir pantai Banua Patra petugas Satpol PP melanjutkan razia pelajar SMP dan SMA pada sejumlah warnet yang ada di kawasan Prapatan dan Telaga Sari, Balikpapan Selatan tapi hasilnya nihil hanya ada murid sekolah dasar (SD) tapi tidak menggunakan seragam sekolah.
Razia kemudian dilanjutkan pada dua hotel kelas melati di kawasan Gunung Malang masing-masing hotel S dan hotel M, di hotel S petugas Satpol PP tidak menemukan pelajar atau pasangan mesum yang menginap tapi ketika berada di hotel M petugas Satpol-PP berhasil menjaring dua pasangan mesum yang sedang menikmati indahnya kamar hotel.
Kedua pasangan mesum ini tidak melakukan perlawanan ketika digiring petugas Satpol-PP kedalam truk untuk bergabung bersama keempat pelajar yang terjaring razia di pinggir pantai Banua Patra, mereka hanya pasrah karena mengetahui kalau yang mereka lakukan adalah perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.
Kasie Ops Satpol PP Balikpapan, Drs. Subardiyono, mengatakan, ketika diinterogasi pasangan mesum  yang  pertama mengaku merupakan pasangan suami istri yang sudah bercerai tapi mau rujuk di hotel dan usia keduanya sekira 30-an tahun, sedangkan pasangan yang satu mengaku adalah paman dan keponakan yang sedang beristirahat di hotel usia si wanita 15 tahun sementara si pria 30-an tahun.
Dia ngakunya sudah cerai dan mau rujuk lagi begitu juga pasangan yang satu mengaku paman dan keponakan tapi kami tetap melakukan pendataan sesuai dengan tanda pengenal yang dimiliki masing-masing pasangan untuk diberikan pembinaan, lalu bagaimana dengan pelajar yang terjaring razia, menujrut Subardiyono, pihaknya akan samakan dengan pasangan mesum yang tertangkap di hotel akan dilakukan pendataan dan dilaporkan kepada pihak sekolah dan orang tua mereka masing-masing agar sekolah dan orang tua lebih ketata mengawasi anak-anak mereka.
Razia ini merupakan upaya kami untuk mengurangi tindakan-tindakan seks bebas yang terjadi pada generasi muda khususnya para pelajar, sedangkan razia bagi pelajar yang berkeliaran di saat jam sekolah akan terus dilakukan sehingga perilaku mereka berubah apalagi sampai menjurus pada perbuatan seks bebas di kalangan pelajar, dengan cara ini dipastikan bisa meminimalisir tindakan menyimpang dikalangan rfemaja. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...