SKPD Harus Bangun Komunikasi dengan DPRD2011-03-29 15:18:34
TANJUNG REDEB, Ada yang perlu diperhatikan oleh masing – masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yakni membangun komunikasi dengan anggota DPRD Berau. Untuk merumuskan program atau suatu gagasan, agar dapat sejalan membangun Kabpaten Berau. Hal ini diungkapkan Bupati Berau H Makmur, Kamis (31/3) di ruang rapat Setkab Berau pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kabupaten Berau 2011. Acara yang bertemakan peningkatan produksivitas dan unggulan daerah melalui kebijakan pro rakyat, berkeadilan serta berkelanjutan tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau Ir H Ahmad Rifai MM, beserta jajarannya, Ketua DPRD Berau Ir Hj Elita Herlina bersama anggota Dewan lainnya, serta para camat se Kabupaten Berau. Dalam kesempatan itu Bupati juga menambahkan, rumusan yang dimaksud itu adalah mencakup secara keseluruhan, diantaranya masalah pembangunan infrastruktur, pelayanan, pendidikan, kesehatan, perkebunan, dan pertanian untuk ketahanan pangan. Sebab, lanjut Bupati, dengan melalui komunikasi dapat mempercepat pembangunan di daerah ini. Karena melalui komunikasi itu akan ada usulan atau masukan dari anggota Dewan, sebagai penyempurna gagasan dari masing – masing SKPD. Dia mencontohkan, daerah pesisir bisa menjadi daerah swasembada beras, karena daerah itu mampu memberi keseimbangan ketahanan pangan. Mengingat daerah pesisir ini lahannya cukup subur. “Bulan hanya untuk menanam padi atau perkebunan kelapa sawit, tetapi untuk komoditi yang lain juga juga bisa. Misalnya jagung, kedelai, sayur mayur dan lain sebagainya,” kata orang nomor wahid di Berau ini. Karenanya pertumbuhan perekonomian di daerah pesisir ini bertumbuh pesat. Baik melalui hasil potensi laut, maupun dari hasil yang cukup menjanjikan lainnya. Hasil alam lainnya yang dapat menunjang perekonomian warga di daerah pedalaman adalah, potensi air yang dapat dijadikan tenaga listrik. Sehingga, melui keberadaan listrik ini dapat dimanfaatkan berbagai hal, diantaranya untuk mengembangkan home industri, untuk belajar yang mengarah peningkatan SDM, pelayanan kesehatan dan untuk kepentingan lainnya. “Syukur Alhamdulillah sebagain besar semua daerah pedalaman sudah teraliri listrik, baik melaltu PLTMH maupun PLTS. Sehingga pelayanan listrik sudah mulai merata,” ungkap Bupati. Diakuinya, pertumbuhan ekonomi, dipengaruhi beberapa sektor besar yang dominan seperti sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 8,82 persen, dan memiliki kontribusi sebesar 37,98 persen, dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain pertambangan, sektor pertanian juga memberikan sumbangan yang tidak sedikit, yaitui 18,63 persen dengan pertumbuhan sebesar 4,21 persen, dimana sektor ini sangat dipengaruhi oleh sub sektor kehutanan yang memiliki kontribusi 1,66 persen. Serta sektor perkebunan, yakni perkebunan kelapa sawit dengan sumbangan sebesar 4,21 persen. Pertumbuhan ekonomi Berau 2009 mencapai 5,95 persen dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.294,69 miliar. Pada tahun yang sama, pertumbuhan penduduk sebesar 3,51 persen dengan jumlah penduduk pada tahun 2009 sebanyak 174.661 jiwa dan jumlah penduduk hasil sensus penduduk 2010 sebesar 179.444 jiwa. Gambaran ini, mendekati teori bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan penduduk. “Berau ini sungguh luar biasa, semuanya dapat berkembang pesat, karena didukung adanya peningkatan SDM, yang mau dan mampu mengelola SDA, “ tutupnya. roz
|