Tim Penanggulangan Banjir Minta Data AkuratTerkait Banjir Tiga Desa di Tenggarong Seberang
2011-03-29 15:24:23
TENGGARONG, Asisten II Setkab Kukar, Edi Damansyah minta agar desa yang terkena banjir di Kecamatan Tenggarong Seberang, khususnya Desa Buana Jaya memberikan data secara teknis dengan lengkap agar tim penanggulangan banjir dapat mengitung kembali dengan seksama hingga menghasilkan nilai ganti rugi yang sepadan bagi petani-petani yang sawahnya terendam pada saat banjir. Menurut Edi Damansyah, dengan data yang akurat maka akan mempermudah kajian sehingga dapat dicarikan solusi atau akternatif-alternatif dalam hal menangani dan memecahkan masalah banjir tersebut. Hal itu diungkapkan Edi Damansyah, Rabu (30/3) di ruang rapat Assisten II Setkab Kukar saat memimpin rapat penanggulangan banjir yang terjadi ditiga desa di Kecamatan Tenggarong Seberang. Desa dimaksud adalah Desa Buana Jaya, Bukit Paryaman dan Desa Mulawarman. Dikatakan, banjir yang terjadi terkait dengan keterlibatan perusahaan batu bara dengan masalah lingkungan di sekitar perusahaan. Dalam kesempatan itu Edi Damansyah mengatakan, ada dugaan keterkaitan perusahaan batu bara dengan dampak yang ditimbulkan dari penggalian batu bara di sekitar tambang menjadi salah satu pemicu banjir selain faktor-faktor alam lainya. Seperti diberitakan, banjir dipicu adanya penutupan anak sungai oleh masyarakat petani yang tidak menghendaki aliran sungai yang airnya diduga terkontaminasi limbah kegiatan tambang batu bara, karena merusak lahan sawah mereka. Mengenai masalah penutupan anak sungai dimaksud, Edi Damansyah meminta kepada Muspika untuk dapat bernegosiasi dengan warga agar dampak dari penutupan anak sungai tersebut tidak menggangu daerah lainnya. Ia juga meminta kepada para peserta rapat selain untuk meninjau kembali masalah banjir, juga melakukan kajian secara konverhensif untuk melihat dan menata tata kelola lingkungan sehingga bisa meminimalisir terjadinya bencana akibat pengerukan batu bara, agar banjir yang merugikan masyarakat itu tak terjadi lagi dikemudian hari. Sementara kepada Dinas Pertanian, BLHD dan Muspika dapat memantau dan membantu masyarakat menagani masalah seperti ini, agar tak berlarut-larut nantinaya. Selain itu ia juga mengundang perusahaan-perusahaan yang terkait dengan masalah banjir ini untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ganti rugi kepada masyarakat yang mengalami kerugian berupa gagal panen dan juga penurunan kualitas mutu tanamannya. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...