Kaltim Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan2011-03-30 15:30:53
SAMARINDA, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Syafak Hanung mengatakan, Kaltim masih kekurangan tenaga kesehatan, baik tenaga bidan, perawat, tenaga gizi, apoteker maupun dokter spesialis. "Diperkirakan pada tahiun 2011berdasarkan laju pertumbuhan penduduk, maka jumlah bidan yang harus dimiliki untuk mencapai ratio 100 bidan/100.000 penduduk adalah 3.551 orang, sehingga masih dibutuhkan penambahan sebesar 2.051 orang,"kata Syafak Hanung kepada media belum lama ini. Selain itu Syafak mengatakan, kebijakan pemerintah yang telah mencanangkan mencanangkan seluruh desa menjadi Desa Siaga, dengan POSKESDES yang harus dimiliki ketenagaan minimal satu orang bidan menyebabkan kebutuhan tenaga bidan untuk ditempatkan didesa cukup besar, saat ini kurang lebih kurang 1.302 desa di Provinsi Kaltim, sedangkan yang telah memiliki bidan desa tidak lebih dari 363 desa. "Kekurangan tenaga bidan tersebut tentu tidak akan dpenuhi bila tidak ada upaya untuk mendorong semua pihak, baik pemerintah maupun swasta ikut berpartisipasi dalam penyediaan SDM kesehatan, melalui pendidikan kebidadan,"terangnya Menurutnya Syafak, saat ini di Kaltim terdapat 9 institusi pendidikan kebidanan, dengan status kepemilikan 1 buah milik pemerintah (Poltekkes Kemenkes Kaltim) dan 8 buah milik swasta yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota yaitu Samarinda 4 institusi, Balikpapan 3 institusi, Kutai Kartanegara 1 institusi dan Kota Tarakan 1 institusi. Dan banyaknya institusi pendidikan kebidanan tentu membutuhkan tenaga pendidik dengan kualifikasi sesuai standar agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, dan pada gilirannya akan mampu meningkatkan mutu tenaga kesehatan yang dihasilkan. "Oleh karena itu diharapkan dengan lulusan program kesehatan dari institusi yang ada tersebut , akan mampu memenuhi tenaga pendidik untuk institusi pendidikan kebidanan, sehingga akan memberikan andil yang besar dalam peningkatan mutu pendidikan tenaga kebidanan, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu bidan di provinsi Kaltim," kata Syafak Hanung.
|