Pemberantasan Narkoba Perlu Ekstra Kerja Keras

2011-03-30  15:31:25

SAMARINDA, Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kaltim Sabar Sinaga mengakui bahwa penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kaltim sangat memprihatinkan. Karena kasusnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Oleh itu perlu ekstra kerja keras dalam penanganinya. 
"Tahun 2008 angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba pada kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 6,46 persen, atau sekitar 1,35 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2013 melonjak 8,79 persen atau sekitar 2 juta jiwa,"kata Sabar Sinaga kepada media belum lama ini.
Ditambahkan, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) angka kematian pecandu 1,5 persen, pertahun atau 15 ribu oarang mati per tahun dan biaya ekonomi untuk pembelian ataupun mengkomsumsi Narkoba sebesar Rp 11,3 triliun. Dan berdasarkan laporan Direktur Narkoba Polda Kaltim, kasus Narkoba yang terungkap dalam kurun waktu 5 tahun (2004-2009) terjadi peningkatan tahun 2004 terdapat 285 kasus, di tahun 2009 naik menjadi 625 dan 902 tersangka, berdasarkan usia korban Narkoba laporan Dirtekoba Kaltim di tahun 2008 saja, umur kurang dari 15 tahun sebanyak 15 kasus, umur 16-19 tahun sebanyak 81 kasus, umur 20-25 tahun sebanyak 192 kasus dan umur dari 30 tahun sebanyak 434 kasus," paparnya.
"Kasus penyalahgunaan Narkoba pada tahun 2010 meningkat menjadi  635 kasus, dengan  jumlah  tersangka 856 orang, sementara pada tahun 2009 hanya tercatat kasus  505 kasus dengan jumlah tersangka 703 orang," tambahnya.
Menurutnya, pencegahan penyalagunaan Narkoba adalah usaha yang ditujukan untuk mengurangi "Peredaran gelap Narkoba, baik dilingkungan pelajar, mahasiswa dan masyarakat dengan melakukan penyeluhan, penerangan dan pendidkan. Dan sehubungan itu, kegiatan dan program kerja sosialisasi bahaya Narkoba bagi guru  dalam pendampingan siswa, ini merupakan salah satu upaya dari BNP Kaltim untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba khususnya di Kaltim,"papar Sabar Sinaga.
"Selain itu pula, kita sangat mengharapkan kepada keluarga kalau ada salah seorang anggotanya menjadi pengguna narkoba, kita kelaurga lainnya bisa melaporkannya ke RSUD setempat, hal sebagai upaya pencegahan dini, sebelum menjadi lebih luas lagi,"pungkasnya.
Sabar Sinaga  juga memaparkan berbagai program BNP Kaltim, baik sudah maupun yang sedang dilaksanakan, seperti melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada seluruh lapisan masyarakat, LSM, mahaiswa maupun tingkat pelajar, baik itu dilakukan oleh BNP Kaltim maupun juga dilakukan BNK (Badan Narkotika Kota/Kabupaten).
"Bukan itu saja, sejak 2009 lalu dan terus berlanjut sampai sekarang, kita juga telah melakukan tes urine kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Provinsi Kaltim, hal itu sebagai upaya pencegahan dan jangan sampai PNS sebagai pelayanan masyarakat ada terlibat narkoba, dan selaku pelayan mereka harus bersih dan bisa menjadi contoh bukan saja dalam pelayanan tetapi juga tingkah laku dan kepribadian di dalam bermasyarakat,"pungkas Sinaga.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...