13 Anak Ditangkap Sedang Ngelem

Satpol PP Panggil Orang Tua

2011-03-30  15:36:51

SAMARINDA, Sebanyak 13 anak di bawah umur warga Jl S Parman ditangkap ngelem (menghirup uap lem hingga mabuk,red) di Gedung PKK Jl S Parman, Jumat (1/4) pukul 21.00 Wita. Penangkapan yang dilakukan Satpol PP Samarinda sebagai bentuk patroli rutin yang kini digiatkan, dengan sasaran para pelajar menjelang Ujian Nasional (Unas).
Ke-13 anak di bawah umur tersebut bersama barang bukti 1 kaleng lem merek Rajawali diamankan ke kantor Satpol PP Samarinda Jalan Cempaka.
Semula terungkap hanya 8 anak saja yang ngelem. Ternyata hampir sebagian besar telah mengetahui efek dari ngelem yang hampir mirip dengan narkoba, yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya.
Anak-anak yang diamankan tersebut rata-rata masih berstatus pelajar, dimana paling termuda kelas 5 SD dan tertua kelas 3 SMP. Beberapa anak diantaranya sudah putus sekolah karena terpengaruh kenakalan remaja.
Salah seorang anak, MJP (15), warga Jl S Parman Gang 4 mengaku telah mengenal lem sejak 5 minggu terakhir. Dia tahu cara ngelem setelah diajak seorang teman berinisial Dn. Sejak itulah, ia kemudian kecanduan untuk ngelem dengan tujuan menghayal.
"Saya diajari teman. Mulanya ikut menghirup saja, tapi sekarang saya beli sendiri. Harganya Rp6 ribu per kaleng," terang MJP yang ditangkap menjadi otak aksi ngelem malam.
Ia mengatakan kalau efek dari ngelem selalu dijadikannya imajinasi untuk bermain perang-perangan bersama teman-temannya. Permainan ini terinspirasi dari game online yang saat ini marak digemari kalangan remaja.
"Kalau ngelem dihirupnya berkali-kali ya bisa sampai 15 kali. Nanti bawaannya menghayal. Kalau rame-rame, saya sama teman-teman main perang-perangan tapi pakai tangan saja tanpa senjata. Kalau ngelem berdua, saya main kelahi-kelahian," ujar anak yang sudah putus sekolah pada kelas 3 SMP tahun lalu ini.
Dalam sehari, MJP mengelem hingga 3 kali. Aksinya selalu dilakukannya di gedung PKK pada malam hari saja. Sedangkan kalau siang, dia mengaku bekerja di Pasar Segiri membantu keluarganya mengangkat daging sapi.
"Sebelum ngelem, saya sudah merokok sejak kelas 5 SD. Saya diajari teman," tuturnya.
Ulahnya itu menimbulkan reaksi keras dari para orangtua yang anak-anaknya ikut diamankan karena MJP kali itu dianggap mengenalkan istilah ngelem. "Keponakan saya sebenarnya baik-baik saja. Tapi karena lingkungannya nakal, maka anak saya sampai ikut-ikutan. Itu semua dirasakan para orangtua yang tak menyangka mengenal istilah ngelem, yang hampir sama dengan narkoba," terang salah seorang keluarga dari anak yang diamankan.
Dari aksi itu, semua orangtua anak-anak tersebut kemudian dipanggil untuk menjemput anak-anak mereka. Sekaligus diberi pembinaan agar dapat mengawasi dan mengajarkan pendidikan berkaitan bahaya narkoba.
Menurut Kepala Satpol PP Samarinda Kompol Ruskan Mengatakan, ngelem sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak.
"Ngelem itu sama aja dengan memakai narkoba dan sangat bernahaya bagi anak yang dibawah dewasa," kata Ruskan, Jum'at (1/4) malam.
Ia mengimbau kepada para pedagang lem agar tidak menjual produk tersebut kepada anak-anak dan remaja. Tujuannya agar dapat meminimalisir kasus tersebut.
"Pengguna lem dengan tujuan untuk mabuk berpotensi menjadi pecandu narkoba. Karena itu kami imbau semua elemen untuk mengawasi semua anak-anak dan remaja dalma kenakalan remaja. Sementara kepada anak-anak yang pernah diamankan, jika kedapatan lagi maka akan diserahkan kepada kepolisian," paparnya.
Dalam hal ini Ruskan meminta kepada para orangtua dan pihak sekolah sebaiknya lebih waspada dengan perilaku anak-anak dan remaja saat ini
Sebab pergaulan bebas dan maraknya internet membuat generasi kita semakin buruk jika tidak selalu diawasi. Dengan kejadian ini diharapkan tidak ada lagi para anak-anak yang terjadi serupa seperti hal ini. aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...