Entaskan Buta Aksara dengan Sistem Terpadu

2011-04-07  01:08:53

TENGGARONG, Kasubid PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Kabupaten Kukar,  Saiful Anwar mengatakan, tahun ini Kukar akan memprogramkan pemberantasan buta aksara terpadu.
Program tersebut dicanangkan melalui Dinas Pendidikan Kukar khusunya Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Terpadu dimaksudkan untuk pengentasan buta aksara dengan melibatkan stakeholder-stekholder yang ada ditengah-tengah masyarakat seperti Universitas Mulawarman, Universitas Kutai Kartanegara, KNPI, PKK dan lainya.
"Membaca merupakan hak semua orang sehingga program pemberantasan Buta aksara tidak akan membatasi usia seseorang untuk mengikuti program tersebut,” ujar Saiful Anwar, Rabu (6/4).
Dikatakan, buta aksara yang sekarang ini berjumlah 18. 555 jiwa ini harus segera diberantas. Namun menurutnya, dengan sistem lama kegiatan ini tak akan berjalan dengan baik sehingga harus melibatkan segala lini.
Ada beberapa kecamatan yang belum memiliki kelembagaan satuan pendidikan nonformal, untuk itu KNPI dan stakeholders lainnya bisa difungsikan karena tersebar sampai di desa-desa di daerah Kukar.
Selain itu, Dinas pendidikan Kukar juga sudah bekerja sama dengan Unmul untuk melibatkan mahasiswa pada saat menjalani Kerja Kulaih Nyata untuk dapat membantu memerangi buta aksara. "Dengan program yang baru ini diharapkan dapat lebih cepat memberantas kemiskinan buta aksara. Disamping itu program terdahulu melalui PKBI tetap berjalan dengan baik sehingga masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan akses membaca dan berketerampilan," kata Saiful.
Menurut Saiful,, mulai dari tahun 1945-2011 masih banyak buta aksara, ini disebabkan kerana tidak adanya sistem yang baik untuk melakukan pemberantasan. Seandanya pemberantasan merata di 18 kecamatan dan lembaganya bukan hanya lembaga pemerintah khusunya Dinas Pendidikan, mungkin bisa digunakan lembaga militer, pemuda juga PKK. Hal tersebut mungkin akan bisa mengurangi angka buta aksara.
Lanjut Saiful, menurut deklarasi PBB ada beberapa jenis pemberantasan buta aksara, yaitu pemberantasan dasar dan keaksaraan mandiri. Dengan program tersebut diharapkan masyarakat tak bosan untuk belajar dan memiliki  nilai lebih untuk berketerampilan menambah inkam keluarga.
Di Kukar, kata Saiful, bila pemberantasan dasar sudah baik dan jumlah 18.555 jiwa sudahselasai, maka akan dilanjutkan dengan keaksaraan mandiri.
"Buta aksara ini identik dengan kemiskinan, oleh karena itu bila program dasar sudah selesai maka dibantu dengan ketarampilan-keterampilan dari program aksara mandiri. Ini akan memunculkan ide-ide kreatif dalam usaha mandiri masyarakat," ujarnya.
Dia menambahkan, pendidikan non formal ini tak hanya berkonsentrasi pada pemberantasan buta aksara tetapi juga menekan angka kemiskinan di Kukar. Tak lupa pula program paket A, B, C tetap akan berjalan seiring dengan program aksara mandiri.
Saiful juga mengatakan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Catatan Sipil, BPN dan Badan Sensus untuk mendata kembali pemetaan bagi masyarakat. Dengan dana 1,5 miliar untuk sasaran fungsional diharapkan dapat tepat sasaran, sehingga apa yang dicita-citakan yakni Kukar bebas buta aksara dapat tercapai. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...