Kecewa Jalan Rusak Warga Tanam Pohon Sawit2011-04-08 00:44:28
PANAJAM, Kekecewaan masyarakat terkait pembangunan yang ada di daerah mereka bisa saja ditanggapi dengan baik, namun ketika pembangunan itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka aka nada cemoohan atau hal-hal lain yang dilakukan seperti kondisi jalan rusak di Giri Mukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang tidak segera diperbaiki. Padahal jalan itu menjadi urat nadi lintasan Kalimantan, karena kesal akhirnya badan jalan yang rusak itu ditanami kelapa sawit. Warga tanam pohon kelapa sawit di jalan bukan karena Kabupaten PPU kelebihan tanaman sawit tapi karena merasa tidak puas terhadap pemerintah karena badan jalan yang menjadsi harapan masyarakat sebagai ujung tombak roda ekonomi dalam kondisi rusak berat, karena badan jalan yang rusak itu maka warga bersikap dengan cara menanamkan sejumlah pohon sawit apalagi jalan itu diperbaiki membuat warga kesal. ‘’Mungkin seringnya hujan membuat badan jalan itu rusak berat sebab sebagian badan jalan itu mengalami longsor sehingga sulit dilaluli,’’ kata Kepala Desa (Kades) Giri Mukti, Ilyas kepada media ini di kantornya baru-baru ini. Menurut Ilyas, pihaknya sangat berharap kepada instansi teknis terkait agar kondisi Jl Provinsi Km 15 Desa Giri Mukti perbatasan RT 2 dan RT 3 yang mengalami longsor dan berlubang ini segera diperbaiki. Soalnya banyak pengendara yang lewat di jalan itu menjadi korban lantaran jatuh menabrak lubang,” ungkapnya. Hj Sri, warga RT 2 juga mengeluhkan akibat jalan rusak itu hampir setiap malam tak dapat tidur nyenyak, karena setiap mobil besar dan kecil lewat di depan rumahnya, selalu dirasakan bergetar, apalagi sopir meminta agar kernetnya turun sebentar lalu melihat secara persis apakah badan kendaraan tepat dijalan yang bisa dilewati atau tidak sebab jika salah maka kendaraan bisa terperangkap dalam lumpur longsor itu. Akibat kendaraan yang lewat dibadan jalan yang rusak maka rumah kami ikut bergerak atau bergeta sehingga tembok rumah retak-retak terus jendela hampir lepas sehingga harus diperbaiki, parahnya lagi rumah tetangganya yang lain pondasinya yang dibuat cakar ayam saja bergeser dari tempatnya, akibat getaran kendaraan besar yang lewat jalan rusak itu," ujar Sri. Seorang warga lainya yang tinggal tak jauh dari jalan itu mengaku ikut peduli dengan cara menguruk tanah dibadan jalan yang longsor dengan harapan kendaraan yang kewat disitu tidak mengalami gangguan berarti namun karena setiap hari hujan dan kendaraan yang melintas tak henti-hentinya maka akhirnya jalan yang diuruk jebol lagi, dan untuk diketahui kerusakan badan jalan ini sudah banyak memakan korban. Tapi kondisi seperti ini harusnya pihak yang berwenang cepat turun tangan seperti Dinas Pekerjaan Umum, kerusakan badan jalan itu juga terjadi di ruas jalan Dusun Tunan, Kelurahan Petung, tepatnya di Km 21 RT 11 dan 12 Kelurahan Petung, ini lebih disebabkan karena belum dilakukan pengaspalan, kalau sebelumnya memang sudah diasapal sekitar tahun 2007 tapi sekarang sudah kembali rusdak. max
|