Dua Bukit Halangi Pendaratan Pesawat2011-04-08 00:50:59
TANJUNG REDEB, Dinas Perhubungan Berau nampaknya harus kerja ektra lagi menanggapi keluhan pilot. Dua bukit kecil yang ada di sisi kiri landasan pacu dari arah Runway-01, juga menjadi penghambat dan harus segera diratakan. Jika tidak, dapat menganggu pendaratan pesawat. Setelah para pilot dari beberapa maskapai penerbangan mengeluhkan adanya pohon di perbukitan yang mengganggu pendaratan dengan posisi pesawat rendah, sudah dilakukan penebangan. Tetapi bukan berarti persoalan berhenti sampai disitu. Pasalnya, kini muncul lagi persoalan baru, yakni dua bukit sisi kiri landasan pacu dari arah Runway-01, juga dianggap mengganggu sistem pendaratan. Kepala Dinas Perhubungan Berau, H Busairi ketika dikonfirmasi menjelaskan, hambatan pendaratan dari arah Runway-01 merupakan hasil evaluasi dari Kementerian Perhubungan terhadap kondisi bandara, kaitannya dengan pemanfaatan tambahan landasan pacu 400 meter pada arah 01 tersebut. Hasil evaluasi itu keberadaan pohon sudah tak jadi masalah, karena di kawasan hutan seluas 30 hektare, sudah dilakukan penebangan. Tapi dalam perkembangan terakhir setelah dilakukan survey, ternyata ada dua bukit di sisi kiri landasan yang dinilai mengganggu proses pendaratan dari arah runway-01. “Khususnya pendaratan yang dilakukan sore dan malam hari. Karena kabut mulai turun,” ujarnya. Dua bukit tersebut, sudah dilakukan pengikisan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih dianggap mengganggu. Begitupun dengan bukit yang lainnya, belum dilakukan pemerataan, juga menjadi penghalang. Menurutnya, jalan satu – satunya dua bukit itu memang harus dilakukan pemerataan. Dijelaskannya juga, Panjang landasan saat ini sudah lebih dari 2.250 meter. Sedangkan evaluasi terhadap penambahan landasan pacu di runway-01, sudah disetujui. Semua bisa digunakan dalam proses pendaratan, namun sementara dilakukan pemindahan sejumlah alat navigasi yang ada di landasan. Dari hasil evaluasi itu, proses pendaratan pesawat, khususnya pada pendaratan malam hari, belum bisa dilakukan pada posisi runway-01 khususnya pesawat yang mendarat pada malam hari. Rencana ke depan, pembangunan landasan pacu terus dilakukan. Khususnya untuk menampung keinginan perusahaan penerbangan yang akan mengoperasikan pesawat lebih besar. Terutama pada kondisi lebar landasan pacu yang saat ini tercatat memiliki lebar landasan 30 meter, penambahan sedang diupayakan, sehingga menjadi 45 meter. Soal pembiayaan, dirinya mengatakan diupayakan melalui anggaran provinsi maupun APBN, sehingga masalah lebar landasan bisa diatasi. “Kita berharap nanti setelah dilakukan pelebaran landasan pesawat jenis Air Bus bisa mendarat di Bandara Kalimarau. Agar semua calon penumpang dapat kemudahan ketika membutuhkan transportasi udara,” pungkasnya. roz
|