KBKS Samarinda Tekan Angka Kematian Ibu dan bayi2011-04-08 01:00:33
SAMARINDA,Salah satu pemasalahan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka kematian ibu (AKI) yang masih tinggi. Untuk mendukung tercapainya target program KB Nasional dan penurunan angka kematian ibu dan bayi, diperlukan peran serta instansi lintas sektor di internal kementrian kesehatan termasuk pula organisasi profesi terkait. “Tujuan kegiatan ini selain untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi jajaran petugas klinik KB bersama pihak terkait lainnya, utamanya lagi adalah dalam rangka meningkatkan pencapaian peserta KB dan pembinaan peserta KB Aktif di klinik KB yang ada di Kota Samarinda,” ujar kepala KBKS Hj Nani Ruminingsih,ketika membuka acara.pertemuan Medis Teknis bagi petugas Klinik KB,Dokter dan Bidan Praktek Swasta di Kota Samarinda, Kamis (7/4). Menurutnya, pembekalan teknis ini penting menurut Nani dilakukan agar para petugas klinik KB benar-benar dapat memahami tugas apa saja yang harus dilakukan kepada masyarakat berkenaan dengan layanan KB tersebut. ”Baik berupa teknis pelaksanaan program KB itu sendiri termasuk pula bagaimana cara pengayoman apabila ada terjadi komplikasi atau kegagalan, hingga alur pelayanan KB di rumah sakit dan cara pemantauannya,” katanya. Karena pertemuan ini melibatkan pula pihak bidan praktek swasta maka Neni juga berharap dapat terhimpun data akurat tentang keberadaan Klinik KB sesungguhnya di Kota Samarinda. ”Sejauh ini data klinik yang ada terdaftar pada kami adalah sebanyk 54, ini sudah termasuk yang ada di rumah sakit maupun puskesmas, untuk itu apabila memang ada klinik KB yang belum terdaftar silahkan mendaftarkan diri ke Badan KBKS,” katanya. Berkaitan program kerja selain pertemuan rutin medis teknis seperti ini,sepanjang 2011 Badan KBKS juga telah memprogramkan untuk melakukan beberapa kali kegiatan pelatihan bagi para para bidan maupun dokter. ”Untuk bidan materi pelatihannya nanti adalah berupa pemasangan atau pencabutan IUD, selain ada pula materi pelatihan khusus lain yaitu berupa konseling,sedangkan dokter materinya sama yaitu teknis pemasangan dan pencabutan IUD tapi sasarannya adalah para dokter umum,” pungkas Nani.john
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...