Semua RSUD Harus Membuka Klinik VCT2011-04-08 01:14:24
SAMARINDA, Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan, upaya pengobatan dan perawatan yang dilakukan baik berbasis klinis maupun masyarakat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi meningkatnya kasus pengidap HIV dan AIDS di wilayah Kaltim. Oleh sebab itu maka Pemprov Kaltim telah menghimbau agar semua RSU di daerah untuk membuka klinik VCT (Volunteers, Conseling dan Testing). "Pemerintah, dalam hal ini Komisi Penanggulangan AIDS telah berupaya keras untuk menanggulangi HIV / AIDS, termasuk pemberian dana untuk program penanggulangan HIV dan Aids, tetapi hasilnya belum memuaskan,"jelas Farid Wadjdy dalam acara Pertemuan Reguler Evaluasi pencapaian Implementasi Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltim, yang dilaksanakan Kamis (7/4) diruang Pertemuan Tepian II Kantor Gubernur Kaltim. Ditambahkan, perlu dihahami bahwa bantuan dari GF Aids Pusat sifatnya itu hanya sebagai suplemen atau tambahan saja, sehingga diharapkan pada masa depan atau mulai tahun 2012 nanti. Oleh karena itu, diharapkan agar setiap SKPD yang masuk dalam kepengurusan KPA Provinsi, dapat menyusun anggaran untuk penanggulangan HIV dan Aids, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,"ujarnya. Menurutnya, pendidikan dan penyuluhan yang didasari oleh norma agama dan budaya telah dilakukan bersamaan dengan intervensi kesehatan masyarakat, seperti pencegahan, pengobatan Infeksi Menular Seksual, pengobatan bagi penderita AIDS, perawatan dan dukungan bagi ODHA. "Berbagai upaya telah dijalankan, pada dasarnya adalah untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan keluarganya. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan peningkatan pemahaman mengenai HIV / AIDS di kalangan masyarakat terutama ditujukan kepada populasi berisiko tinggi (yang sekarang diganti dengan populasi beresiko kunci, dengan pertim-bangan karena keberhasilan penanggulangan HIV dan Aids adalah pada populasi kunci )," paparnya. Farid menjelaskan, mulai tahun 2010 yang lalu, telah dilaksanakan oleh 3 Sub Recipient (SR) yaitu untuk Sub Recipient pada Dinas kesehatan, Sub Recipient pada KPA dan Sub Recipient pada LSM yang bergerak di bidang Agama yaitu Nahdlatul Ulama, (dalam hal ini operasional dari NU telah diserahkan kepada LSM Laras ). Untuk Dinas Kesehatan : dalam bidang Care, Support, and Treament, atau dukungan, pemeliharaan, dan pengobatan baik terhadap pengidap HIV / Aids maupun bagi pengguna narkoba suntik dengan Metadon Maintenance Therapy (MMT ) dan juga kegiatan Volunteers, Conseling dan Testing (VCT) di Rumah Sakit. "Untuk KPA akan memberikan fasilitasi dalam pertemuan, membuka klinik klinik Layanan Jarum Suntik Steril ( LJASS), pencegahan dengan cara penyediaan dan penyebaran kondom di semua out let yang ada di lokalisasi. Dan Untuk NU, bergerak dibidang penjangkauan resiko kunci, dan pendampingan bagi Orang Dengan HIV Aids ( ODHA),"pungkas Farid.mar
|