Satpol PP Incar Dua Koordinator Gepeng dan Anjal2011-04-11 09:42:06
Samarinda,Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda mensinyalir masih banyak koordinator gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) yang belum diketahui keberadaannya dan belum tertangkap. Namun saat ini, selain tiga koordinator yang telah tertangkap masing-masing Rusman Saud, Sulaiman, dan Celok, Tim Satpol PP masih menyasar koordinator lainnya. Menurut Kepala Saqtpol PP Kompol Ruskan mengatakan, dalam memberangus masalah sosial yang sering meresahkan masyarakat di Kota Samarinda anggotanya ditugaskan memburu keberadaan kordinator gepeng tersebut. Dalam pemburuan kordinator tersebut harus selalu mengawasi dimana selama ini mereka tingal. "Awalnya lima orang yang menjadi target kami setelah sekian lama melakukan pengintaian. Setelah tiga tertangkap, maka masih ada sisa dua. Nah, dua orang ini yang masih terus kami buru," kata Ruskan, Minggu (10/4), saat dikonfirmasi melalui telephone seluler.. Dalam pemburuan para kordinator ini sudah mengetahui identitas keduanya oleh Tim Satpol PP. Hanya saja, supaya tidak mengganggu penangkapan, identitas keduanya masih dirahasiakan kepada publik agar lebih mudah menangkapnya. "Dalam waktu dekat sudah bisa kita tangkap semuanya. Karena mereka ini yang sengaja datangkan gepeng dan anjal dari luar daerah untuk beroperasi di Samarinda," katanya. Setelah ditangkap, semuanya tetap diproses di pengadilan sebagaimana tiga koordinator lainnya yang sudah tertangkap sebelumnya. Selanjutnya, setelah selesai langsung dipulangkan ke daerah asalnya dengan biaya sendiri. "Mereka punya uangnya. Jadi kita pulangkan mereka dengan biaya sendiri. Dengan cara seperti ini, kita harap supaya mereka bisa jera," ujarnya. Setelah dipulangkan bersama anjal dan gepeng yang didatangkan dari luar daerah tersebut, lanjut Ruskan, Satpol PP tidak lantas berdiam diri. Pengawasan masih terus mereka lakukan hingga di daerah asalnya para koordinator tersebut. "Pokoknya, jangan sampai mereka kembali lagi. Makanya, biar sudah di daerah asalnya tetap kita monitor dengan melakukan kordinasi dengan pihak pemerintahan disana," tandasnya. aon
|