DPRD Minta Pemkot Tambah Jumlah SMK 2011-04-14 06:35:10
BALIKPAPAN,Komisi IV DPRD Balikpapan menginginkan agar perkembangan pendidikan di Balikpapan, lebih diarahkan ke pengembangan SMK dibanding dengan terus mengupayakan penerapan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang kini tengah dirintis di beberapa sekolah di Balikpapan karena dengan pengembangan SMK para siswa akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri. Demikian dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Sri Hana, dia mengatakan pengembangan SMK memang menjadi pilihan sebab para siswa selama tiga tahun terus dikenalkan dengan ketrampilan dan keahlian dibidang masing-mnasing dan itu manfaatnya sangat besar sebab setelah mereka dinyatakan lulus maka mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru atau bisa langsung diterima sebagai karyawan diindustri yang ada. Menurut Sri Hana, pengembangan SMK akan lebih bermanfaat bagi perserta didik di Balikpapan, walaupun ia tidak merincikan alasan utama ketertarikannya mengembangkan SMK dibanding RSBI namun kalau kita mau jujur ketika siswa memilih jalur RSBI itu masih melalui perjalanan panjang kendati SMK juga ada RSBI nya, yang jadfi permasdalahn adalah ketika siswa memilih RSBI ditingkat SMA, begitu lulus mereka belum memiliki ketrampilan dan ini akan sulit jika haruys terjun dilapangan pekerjaan abergabung dengan industri. Kalau saya justru lebih mengarahkan ke Vokasi, dari pada RSBI,” kata Sri Hana, di ruang kerjanya, belum lama ini. Lebih lanjut ia menjelaskan, keinginan walikota Balikpapan untuk mengarahkan Balikpapan sebagai kota Vokasi, berbanding lurus dengan keinginan pihaknya di DPRD Balikpapan. Pasalnya, lapangan pekerjaan yang menunggu siswa-siswi dari SMK sangat luas ketimbang mereka yang lulus dari SMA, ini merupakan salah satu modal penting yang dimiliki siswa-siswi Balikpapan sebagai modal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) local, kalau di SMK itu-kan begitu lulus sudah bisa punya keahlian, bisa mandiri, itu yang sangat kita inginkan. ‘’Jadi, kalau bisa, anak-anak kita setelah lulus SMP agar diarahkan untuk memilik melanjutkan ke SMK, karena begitu lulus langsung jadi rebutan dunia industri apalagi kalau mereka memilih otomotif karena punya keahlian yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan,’’ ujar Srti Hana. Masih menurut Ketua Komisi IV ini, jika dipersentasekan antara SMA dan SMK di Balikpapan, maka ia menginginkan porsi SMK jumlahnya harus lebih banyak dari SMA dengan perbandingan 70 : 30 atau SMK 70 persen sedangkan SMA 30 persen, itu yang kita inginkan. Dia mencontoh keberhasilan siswa-siswa SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Balikpapan merakit mesin Computer Numerical Control (CNC) dan proyektor, ini karena mereka memang memiliki kjetrampilan dan keahlian yang prima, namun bukan juga mengesampingkan keberadaan SMA. Dikatakannya, perakitan mesin yang didistribusikan ke seluruh wilayah Kalimantan tersebut, merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi dunia pendidikan Balikpapan, yang sudah sepantasnya terus mendapatkan dukungan, untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas, kita sangat menyambut gembira, adanya SMK yang bisa merakit mesin CNC dan proyektor, itu kan sudah lama sekali ingin kita wujudkan. Harapan kami SMK lainnya baik negeri maupun swasta bisa termotivasi untuk menciptakan inovasi baru karena kedepan kita semakin diperhadapkan dengan berbagai kemajuan teknologi, kalau kita sendiri tidak mengathui dan tidak mengenal teknologi modern itu maka kita hanya bisa memakai saja sedangkan merawat dan memperbaikinya pasti sulit. max
|