Rutan Tak Ingin Kecolongan2011-04-14 06:40:40
TANJUNG REDEB,Maraknya kasus yang mencoreng nama baik Kementrian Hukum dan HAM dibeberapa daerah lain di Indonesia, menjadi perhatian Karutan Tanjung Redeb, M Ikhsan. Seperti keterlibatan petugas bahkan kepala Lapas dalam peredaran Narkoba, sampai terlibat dalam memberi peluang tahanan keluar dengan bebas, dipastikan Ikhsan tidak akan terjadi di Berau. Apalagi hal itu menjadi amanat penting yang dicatatkan Dirjen Hukum dan Ham RI, Bambang Irawan serta Dirjen Pemasyarakatan, Untung Sugiyono dalam kunjungannya ke Berau belum lama ini. Penyiapan mental dan moral petugags kata Ikhsan menjadi focus utama yang disasar untuk ditingkatkan mengantisippasi terulangnya kasus itu. “Kita diingatkan untuk tidak mengulang perbuatan semacam itu,makanya sekarang kita meningkatkan sistem keamanan, baik pengawasan di dalam sampai diluar, dengan itu juga kita ada rencana baru untuk memaksimalkan personil yang ada,” kata Ikhsan kepada Poskota. Setelah dipastikan ada penempatan 4 orang petugas baru dari pengangkatan PNS di lingkungan kementrian Hukum dan HAM 2010, tenaga tersebut akan ditempatkan pada posisi yang selama ini tidak difungsikan. Disebutkan ke 4 orang baru ini 2 orang pria dan 2 wanita, akan diintensifkan dipintu depan Rutan kelas II B yang beralamat di jalan Murjani II Tanjung Redeb ini. Tugas pokoknya dalah memeriksa secara cermat seluruh pembesuk, termasuk barang bawaan yang akan diberikan kepada warga binaan. “Selama ini kita baru intensif pada pria, sementara untuk pembesuk wanita kita belum, ini terkait masalah petugas wanita yang belum bisa dimaksimalkan, masa petugas pria harus periksa pembesuk wanita sampai kedalam-dalamnya, itu pelanggaran,” jelas Ikhsan seraya tersenyum. Sejauh ini diakuinya pihak Rutan masih kerap kecolongan terutama dalam penyusupan benda yang dilarang berada di area Rutan bagi warga binaan. Seperti HP, dan benda berbahaya lainnya. Fakta membenarkan hal itu, melihat hasil razia yang rutin dilaksanakan Petugas Rutan. Puluhan HP berbagai jenis dan merk didapat didalam blok Rutan. Hal itu merujuk pada indikasi kuat penyusupan barang yang dilakukan pembesuk. Untuk itu diharapkan setelah penempatan 4 orang petugas baru itu kejadian serupa tidak terulang lagi. Sementara ditanya kemungkinan dilakukan oleh petugas Rutan, Ikhsan menyatakan siap memberikan tindakan tegas terhadap siapa saja bawahannya yang terbukti bbersalah melanggar dengan meloloskan atau bekerja sama menyusupkan barang-barang yang dilarang. Namun utuk obat-obatan terlarang apalagi Narkoba, Ikhsan memastikan tidak ada di Rutan yang dibawahinya tersebut. “Selama kita Razia belum ada kita dapat bbarang bukti Narkoba, jangankan narkoba, obat-obatan saja kita sita jika kita temui diruang tahanan, jika sakit semua obat disiapkan dan diatur petugas, termasuk solusi komunikasi dengan family diliar tahanan kita siapkan Wartel,” tandas Ikhsan. as
|