"Mandiri, Jangan Tergantung APBD"2011-04-14 06:45:33 SAMARINDA, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ahmad Abdullah menghimbau kepada seluruh club sepak bola se Kaltim untuk mandiri atau tidak tergantung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim serta APBD Kabupaten/Kota.Hal tersebut diutarakan Abdullah menyusul dengan rencana pemberlakuan peraturan dari pemerintah pusat yang melarang aliran dana baik dari APBN maupun APBD ke club sepak bola.Kendati masih berupa wacana, namun seluruh club seharusnya sudah mampu untuk mencari solusi sebelum diterapkannya peraturan tersebut. Mengingat APBD masih menjadi satu-satunya pemasukan utama club.
?Pada dasarnya dewan mendukung, akan tetapi penting bagi pemerintah untuk ikut andil mencarikan solusi pemecahan masalah. Jangan sampai club dibiarkan mencari sendiri, tentu akan menjadi masalah krusial nantinya,? ucap Abdullah, Rabu (13/4). Penerapan bapak asuh sebagai sponsor tentu menjadi satu-satunya solusi yang maksimal bagi persoalan pembiayaan club. Namun demikian apabila dalam proses pencarian hanya diserahkan sepenuhnya kepada club maka tentu hasilnya dapat ditebak yakni nihil. Sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah sebagai pemegang penuh kekuasaan di daerah untuk membantu penyelamatan nasib club sepak bola di daerah. Abdullah mencontohkan, sebagaimana di Eropa, daerah bahkan Negara dapat maju dan berkembang dalam bidang perekonomian yang sebagian besar dipengaruhi oleh adanya club sepak bola. ?Kita lihat saja liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia dan sebagainya, mereka hidup dengan mandiri melalui sponsor utama serta dibarengi dengan pola managemen yang terbuka dan maju yang membuat club tidak hanya mampu hidup melainkan mampu bersaing dalam prestasi,? katanya. Ia menyebutkan, dengan menerapkan pola managemen moderen dan terbuka akan membuat club maju dan berkembang. Seperti hasil dari penjualan tiket dalam satu pertandingan dapat mencapai angka hingga ratusan juta rupiah, belum dari sumber pendapatan lain seperti penjualan pakaian club dan lainnya. Pemerintah wajib untuk memandirikan sebuah club sepak bola, namun pemerintah tidak boleh menjadikan club mati. Sebab selain potensial dibidang ekonomi, juga akan membangun semangat kalangan remaja dan pemuda dalam berolah raga sehingga menghindari pengaruh obat-obatan terlarang. hms/adv
|