Warga Diminta tak Panik Soal BBM2011-04-15 08:19:10
SAMARINDA, Antrian panjang yang terlihat belakangan ini di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) membuat masyarakat khususnya di Samarinda menjadi resah. Menghadapi kondisi Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail meminta agar warga Samarinda tidak panik dan tidak perlu mengantri di SPBU di kota Tepian akhir-akhir ini. "Jangan panik soal ketersediaan BBM, dan tak perlu antri di SPBU, karena sampai saat ini pemerintah Samarinda belum menerima surat mengenai adanya pengurangan kuota BBM di wilayah ini," kata Wawali Nusyirwan, Kamis (14/4). Menurutnya, kuota BBM yang disalurkan untuk wilayah Samarinda tetap seperti semula. Karena, jika ada pengurangan tentu pemerintah akan diberitahu. Menurutnya, kalau terjadi kepanikan itu justru akan memancing adanya spekulan yang akan menimbun minyak dan dijual dengan harga tinggi di luar SPBU. "Saya hanya mengingatkan kepada warga agar untuk membeli BBM bisa sesuai dengan kebutuhan, jangan gara-gara isu yang beredar, malah mengubah psikologis seseorang akan ketakutan kekurangan jatah BBM tadi," ucapnya. Secara terpisah, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda M Yamin, mengatakan dari hasil sharing yang dilakukan, pihak Pertamina tidak pernah mengurangi penyaluran BBM ke masyarakat termasuk ke kota Samarinda sendiri. "Saya sempat berkomunikasi dengan Pertamina Balikpapan menanyakan apakah ada jatah pembagian premium atau perubahan jam distribusi ke daerah, yang menyebabkan antrian panjang kendaraan roda dua dan empat di SPBU dan minggu terakhir ini, ternyata dijawab tidak," jelas Yamin. Dijelaskan, Pertamina sendiri telah menyuplai BBM ke Samarinda per-harinya rata-rata berkisar 370 hingga 380 Kiloliter untuk jenis Premium, sedang untuk solar per harinya rata-rata 170 hingga 180 kiloliter, yang mana sesuai dengan kuota jatah sebelumnya. "Bahkan menurut keterangan untuk menghindari kepadatan di jalan, mobil tangki pertama keluar dari Depo sekitar pukul 06.00 Wita," terangnya.john
|