Diduga Terserang Jantung Siswa SMK N 1 Meninggal Sebelum UN 2011-04-17 03:17:46
Balikpapan, Poskota Kaltim : Kepala SMK Negeri 1 Balikpapan Teknologi/RSBI), Drs. HM. Usman, MPd, mengatakan kendati jumlah siswa SMK Negeri 1 yang terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) sebanyak 565 siswa namun sampai hari ini yang merupakan hari terakhir kegiatan belajar mengajar bagi kelas XII tinggal 559 siswa dan itu berarti ada sebanyak 6 siswa yang tidak iku UN dengan berbagai alasan dan salah satunya ada yang meninggal dunia justru menjelang UN. Salah satu siswa peserta UN yang meninggal dunia Kamis (14/4) lalu adalah Didit Dwi Suko Cahyo, dia tadinya tidak menunjukkan adanya gelaja penyakit berbahaya sehingga dia ikut berbagai kegiatan sekolah termasuk kegiatan menjelang UN yakni istigosa dan Motivas, dimana kegiatan ini membekali siswa agar benar-benar siap menghadapi UN yang dimulai hari senin (18/4) ini. ‘’Jelas ini mengejutkan kami dari jajaran SMK Negeri 1 Balikpapan, apalagi dia itu meninggal justru masih di komplek sekolah dan dia sempat beristirahat dengan teman-temannya dan dia pingkas mendadak didepan rekan-rekannya yang memang ketika itu mereka sedang duduk-duduk didepan kelas mereka,’’ kata Usman. Menurut sejumlah siswa mereka duduk-diduk didepan kelas yang sudah dipasngi nomor sebagai ruang ujiannasional dengan angka 23 dan disitu juga sudah terpasang nama dari 20 orang siswa yang akan menempati ruang tersebut dan Didit Dwi Suko Cahyo menempati meja paling depan di ujung sebelah kiri. Menurut HM Usman, dia mengatakan ada 6 siswanya yang tidak mengikuti UN karena berbagai alasan namun nomor ujian mereka sudah keluar atau ada yang mkeninggal dunia, pindah sekolah dan lainnya, kami sangat yakin pada pelaksanaan UN tahun ini seluruh siswa yang nantinya akan ikut UN bisa lulus, sebab mereka telah mengadakan beberapa kali try out dan hasilnya positif, nilai yang didapat oleh siswa diatas standar.
Bahan dari hasil evaluasi Sasaran Mutu (SM) 77% siswa SMKN 1 mendapatkan rata-rata nilai seperti Bahasa Inggris 7, Bahasa Indonesia 7, sedangkan Matematikanya 70% dapat nilai rata-rata 6, ini salah satu mata pelajaran yang nilainya masih sangat sulit namun sudah dilakukan berulang kali latihan dan remedial dan secara keseluruhan bisa dikatakan hasil yang didapat SMKN 1 berada diatas rata-rata nasional.
Terkait meninggalnya Didit Dwi Suko Cahyo, Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono, yang baru satu hari menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan menggantikan AKBP A Eafik, didampingi Kasatreskrim AKP Gendut Supriyanto mengaku pihaknya belum menerima laporan dari pihak keluarga terkait adanya dugaan penyebab tewasnya almarhum apakah ada inidikasi pidana atau gimana.
‘’Sampai hari ini kami belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga untuk melakukan penyelidikan namun demikian saya sudah melakukan pengecekan, memang almarhum ada riwayat penyakit jantung, namun kemungkinan lain masih dilakukan penyelidikan,’’ kata Gendut kemarin.
Anggota masih melakukan penyelidikan baik langsung kepada korban maupun meminta berbagai informasi kepada beberapa teman kelasnya, apalagi mereka sedang bersama dengan korban sebelum dia pingsan dan kaku, mudah-mudahan ada petunjuk terkait meninggalnya siswa Didit, kendati ada riwayat penyakit jantung.
Kepala Sekolah SMKN 1 Balikpapan Drs. HM Usman MPd menuturkan, kegiatan siswa menjelang UN memang ada teramsuk istigosa dan motivasi apalagi motivatornya kami undang dari luar dengan harapan para siswa benar-benar bsiap untuk menghadapi UN, dia juga mengatakan usai doa bersama seluruh murid datang ke ruang guru, termasuk Didit mereka minta doa restu kepada semua guru dan kami sebagai kepala sekolah.
‘’Didit juga sempat datang ke ruang kerja saya, dia bilang Pak. Maaf kalau saya ada salah sama bapak dan ketika itu saya jawab, sebelum kamu minta maaf, saya sudah maafkan semuanya,’’ ujar Usman, sambil mengenang menit-menit terakhir sebelum kematian anak didiknya itu.
Menurut Usman, ternyata setelah salam-salaman dengan guru, Didit tidak langsung pulang konon dia justru kembali ke ruang kelasnya, persis di depan bengkel jurusan Geologi dan Pertambangan. Ruangan kelas itu terletak di sudut sekolah paling ujung. Bangunannya berwarna orange, dia bersama rekannya Sutrisno dan beberapa teman lainnya dan dia meninggal pada posisi duduk dan sempat terjatuh diparit depan mereka duduk-duduk itu.
Didit dirujuk ke Puskesmas Sepinggan yang berada di luar sekolah selanjutnya dirujuk ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo, dan konon dia meninggal ketika sedang menuju RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Usman memastikan, kalu muridnya itu meninggal karena serangan jantung namun kita tunggu hasil visum dari RSUD KD, kami ingin meluruskan kematian siswa kami itu. max
|