Pemotongan Ayam Pasar Segiri Mesti Dipindah2011-04-18 00:09:11
SAMARINDA, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail meminta aktivitas penyembelihan hingga pembersihan ayam di pasar Segiri supaya dipindah. Karena limbahnya mencemari sungai Karang Mumus (SKM), bahkan menghambat kelancaran arus. Namun pemindahannya harus didesain sedemian rupa dan bertahap mengingat APBD terbatas. “Tadi kata penyembelihnya. limbah bulu ayam selalu diambil petugas kebersihan. Kenyataannya bulu-bulu ayamnya berhamburan, baik di bantaran sungai maupun disungai bahkan ada yang menyangkut. Selain mencemari, juga menghambat kelancaran arus air di SKM. Percuma saja ada pengerukan dan proyek penyodetan di Gang Tanjung,” ungkap Wawali Nusyirwan ketika melakukan inspeksi mendadak di Pasar Segiri seusai membuka Penyuluhan Narkoba di Kios Baru Pasar Segiri, Rabu lalu. Nusyirwan mengecek langsung di bantaran hingga naik langsung di dermaga MCK. Dikawaswan itu menyaksikan langsung limbah bulu ayam yang tersangkut. Belum lagi limbah yang berada di kolong rumah warga di bantaran SKM yang tidak jauh dengan tempat penyembelihan ayam. Bahkan warga tersebut mengaku limbah bulu ayam itu menimbulkan bau yang masuk sampai ke dalam rumahnya dan hanya bisa pasrah. “Melihat limbah ini, saya minta pemotongan ayam dipindah. Sebab baik disengaja atau tidak pasti limbahnya mencemari sungai, karena melihat konstruksinya dimana baik lantai maupun dindingnya tidak rapat, pastilah limbahnya tercecer ke sungai. Walau kata mereka tadi ada petugas yang mengambil limbahnya,” tegasnya. Menurutnya ada beberapa opsi pemindahan ini dengan catatan tetap dengan orang yang semula, dimana bisa pindah ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tanah Merah atau tempat lainnya yang bukan di bibir sungai, sehingga tidak ada lagi limbah ke sungai. “Saya minta Dinas Pasar dan instansi teknis lainnya membicarakan dan mencari desain yang terbaik untuk kita semua,” imbuhnya. Wawali menilai jika terjadi pemindahan di RPH Tanah Merah,sehingga menimbulkan biaya lagi seperti transportasi dan tentunya berdampak terhadap harga jual di pasaran. “Warga tidak masalah, sebab dengan dilakukannya penyembelihan di RPH yang sudah sesuai standar, tentunya jaminan higienis. Belum lagi selama ini banyak warga yang membicarakan penyembelihan ayam selama ini di pasar sudah sesuai ajaran Islam,” tuturnya.john
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...