Tingkatkan Sosialisasi Cegah Human Trafficking 2011-04-18 00:09:44
SAMARINDA, Pemprov bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat untuk memudahkan penanganan dan memulangkan para korban ke daerah asalnya. “ Menangani kasus perdagangan manusia, kami juga bekerjasama dengan Kepolisian. Seperti di Tarakan berhasil mengungkap delapan kasus. Kemudian ,mereka di kembalikan ke daerah asalnya,” kata kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Kaltim, Hj Ardiningsih, awal pekan lalu. Dijelaskannya, perdagangan manusia di Kaltim bagian utara masih sering terjadi. Meskipun terjadi di Kaltim, tetapi pelaku maupun korban adalah warga luar mereka disini hanya transit, selanjutnya dijual ke Negara tetangga kita. Karena itu, sosialisasi berbagai peraturan terkait dengan penanggulangan perdagangan manusia terus dilakukan. Ia berharap melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (human trafficking) Kota dan Kabupaten di Kaltim. Dapat memperkuat jejaring dalam upaya memberantas human trafficking. Perdagangan orang kata dia adalah salah satu permasalahan dan pelanggaran martabat kemanusiaan yang dihadapi banyak bangsa dan negara di dunia, termasuk di Indonesia. Dijelaskannya, berbagai faktor pendorong terjadinya perdagangan orang. Diantaranya faktor kemiskinan dan terbatasnya tingkat pendidikan perempuan. Selain itu, impian dan harapan terlalu berlebihan oleh perempuan untuk mendapatkan penghasilan besar dan menjanjikan di negeri orang tanpa memperhatikan prosedur atau peraturan yang berlaku di negeri pengirim dan penerima TKI perempuan. “Faktor lain adanya permasalahan ini.Adalah masih menempatkan perempuan pada posisi lebih rendah dari pria sehingga kaum perempuan semakin rentan terhadap berbagai tindak kekerasan juga trafficking,” ungkapnya.john
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...