Salahi Aturan Tindak Tegas2011-04-19 00:47:03
TANJUNG REDEB, Mendengar keluhan warga Pulau Panjang dan Gunung Panjang Kecamatan Tanjung Redeb, yang terkena dampak aktifvitas galian C, anggota DPRD Berau, Kurniadi SH turun ke lapangan. Ia mengimbau kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait menindak tegas kepada pengusaha galian C yang tidak mematuhi aturan. Warga menilai, sejauh ini pengusaha galian C terkesan tak mau perduli dengan kebersihan lingkungan, khususnya kesehatan warga serkitar. Mengingat tanah uruk yang diangkut menggunakan truck tersebut selama ini tak ditutup dengan terpal. Sehingga tidak jarang tanah yang diangkut tersebut sebagian berjatuhan di jalan raya, dan debunya pun beterbangan di rumah – rumah penduduk sekitar. Keluhan ini disampaikan warga saat Kurniadi reses di Gang Moto Jalan Gunung Panjang kemarin malam, yang dihadiri diantaranya perwakilan RT, yakni RT 3, 4 dan RT 5 dan warga seputar Pulau Panjang lainnya . Setelah mendengar keluhan warga, Kurniadi mengaku prihatin dengan kejadian ini. Untuk itu ia berjannji dan secara tegas mengatakan, dalam waktu dekat ini ia akan melakukan koordinasi dengan dinas instansi terkait, adanya keluhan warga tersebut. “Saya minta SKPD yang berkompeten mengevaluasi soal izin Amdal dan izin tambangnya, apakah sudah sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada pelanggaran segera ambil tindakan tegas,” katanya. Sebab kata dia, kejadian ini tidak bisa dibiarkan berlarut – larut, karena warga sekitar sekitar yang menjadio korbannya. Sementara kontribusi pengusaha galian C kepada warga tidak jelas. Selain itu, warga juga meminta pembangunan mushalah, sebagai sarana tempat ibadah warga setempat. Yang kebetulan ada salah satu warga menghibahkan lahannya, untuk pembangunan mushala. “Alhamdulillah, ada warga yang mau menghibahkan lahannya. Jadi Insa Allah Tahun pembangunan mushala ini dapat teralisasi. Karena ini salah astu program prioritas,” jelasnya. Begitu juga pembangunan drainase, dikala masuk musim penghujan, jalan di RT 3 ini becek dan penuh lumpur. Karena sampai saat ini di daerah tersebut belum ada drainase. Sehingga, lanjut Kurniadi, air hujun campur tanah bekas galian C tersebut menggenangi badan jalan di dalam gang itu. Akibatnya, kondisi seperti ini menjadi keluhan warga sekitar. Karena, kalau tidak hati – hati bisa terpeleset. Selain itu warga juga mengeluhkan masalah sampah, karena sampai saat ini masalah sampah itu selalu menjadi pembahasan, lantaran sampah kerap kali menumpuk di tempat pembuangan sampah sampai berhari – hari belum juga diangkut oleh petugas kebersihan. Menurut dia, keterlambatan pengambilan sampah di TPS tersebut dikarenakan keterbatasan armada dan petugas di lapangan. Namun untuk tahun ini armada itu akan bertambah, karena saat ini sedang berlangsung pelelangan. Jelas politisi PDI P ini “ Soal sampah ini sedang saya fikirkan, ada baiknya masing – masing RT memiliki satu unit gerobak. Agar masalah sampah ini mudah ditangani. Karena sampah ini masalah kita bersama,” tukasnya. Terlepas dari itu, masalah pembangunan gedung sekolah SD 09 Jalan Pulau Panjang juga sempat menjadi topik. Karena sampai detik ini kelanjutan pembangunan gedung sekolah itu terlihat mandek, tanpa belum diketahui kejelasan berhentinya proses pembangunan gedung sekolah tersebut. Ia akan melakukan koordinasi dengan SKPD yang menangani proyek itu. Mengapa mandek proyek itu, apakah kekurangan dana, atau memang pihak kontraktor yang lambat mengerjakan proyek itu. Yang jelas, semua aspirasi masyarakat ini akan diperjuangkan dalam rapat pleno nanti. Dengan harapan, semua aspirasi masyarakat ini dapat terealisasi, agar masyarakat dapat menikmati pembangunan di Bumi Batiwakal ini. roz
|