Kaltim Harus Waspadai Serangan Wabah Ulat Bulu2011-04-19 00:58:38
SAMARINDA, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yahya Anja mengingatkan agar Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim mewaspadai wabah ulat bulu. Dia memuji langkah Pemprov yang sudah mengirim surat ke pemerintah kabupaten/kota dan menyiapkan jajarannya di level provinsi untuk mengantisipasi wabah yang sudah menyerang tujuh provinsi, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogjakarta, DKI Jakarta, Bali dan Sumatera Utara tersebut. “Tidak tertutup kemungkinan wabah ulat bulu ini menyerang Kaltim, karena itu harus diambil langkah-langkah untuk mengantisipasinya,” kata politisi Partai Demokrat ini, kemarin, menanggapi kemungkinan serangan wabah ulat bulu di Kaltim. Menurut Yahya Anja, Kaltim menjadi provinsi yang sangat mungkin diserang wabah ulat bulu ini, karena berbagai komoditas pertanian dan perkebunan banyak didatangkan dari Pulau Jawa, utamanya Jawa Timur, yang menjadi provinsi pertama diserang wabah ulat bulu. Karena itu, untuk mengantisipasi serangkan wabah ulat bulu, komoditas pertanian dan perkebunan tersebut harus mendapat pengawasan yang ketat dari Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Balai Karantina Pertanian Kaltim. “Jangan sampai ada bibit-bibit ulat bulu terbawa bersama komoditas pertanian dan perkebunan yang didatangkan dari Pulau Jawa tersebut, yang kemudian menyebar menjadi wabah di Kaltim,” kata anggota DPRD Kaltim asal Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda ini. Yahya Anja juga mengingatkan pemerintah kabupaten/kota di Kaltim untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan begitu diketahui ada penyebaran ulat bulu, sebelum berkembang menjadi wabah yang merusak tanaman pertanian dan perkebunan. Selain menyemprot dengan insektisida, menurut Yahya Anja, tindakan menebang dan membakar pohon yang diserang ulut bulu perlu dilakukan apabila wabahnya sangat parah. “Tapi kita semua tentu berharap wabah ulat bulu ini tidak sampai menyerang Kaltim,” katanya. Menurut Yahya Anja, tindakan Pemprov Kaltim mengirim surat kepada pemerintah kabupaten/ kota agar mereka mengantisipasi serangan wabah ulat bulu ini sudah tepat. Tinggal pemerintah kabupaten/kota bersama-sama dengan Pemprov Kaltim mencegah jangan sampai ada wabah ulat bulu di provinsi ini. Kalau pun ada serangan, maka harus dilakukan langkah penanganan secara terpadu, sehingga wabah ulat bulu yang parah dapat diatasi segera. “Saya tahu, Pak Wagub selain berkirim surat juga terus menerus mengingatkan seluruh jajarannya dan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim agar mengantisipasi wabah ulat bulu ini. Begitu pula Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Balai Karantina Pertanian Kaltim sudah menyiapkan 1.700 liter insektisida untuk antisipasi. Saya pikir ini tindakan yang harus diapreseasi,” kata Yahya Anja. Dari literatur yang dibacanya, menurut Yahya, selain banyak menyerang tanaman mangga, seperti di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ulat bulu juga paling suka berkembang biak di pohon alpukat dan jambu mete. hms/adv
|