PPKB Kejar Target KB Berau2011-04-20 00:12:19
TANJUNG REDEB, Rakorda pemberdayaan perempuan yang terakhir dilaksanakan oleh Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB) Berau menurut Kepala PPKB Wiyati SE merupakan tindak lanjut Rakorda BKKBN Kaltim. Sebelumnya Rakorda Pemberdayaan Perempuan di Kota Tarakan dengan materi lebih padat, agar realisasi di lapangan nanti bisa lebih maksimal. Dia menegaskan, pencapaian di lapangan memerlukan kesiapan mental dan pengetahuan penyuluh dan leader yang menyampaikan, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pemahaman masyarakat luas. Mengingat sejauh ini hasil pencapaian di lapangan dikatakan masih perlu ditingkan KPPKB Berau. Meskipun ada target yang ditetapkan provinsi sudah terpenuhi, namun untuk lingkup Kabupaten Berau standar yang ditetapkan harus lebih tinggi. Dalam Rakor yang pelaksanaannya dibuka oleh Bupati Berau Makmur HAPK ini, pemaparan Wiyati lebih ditekankan kepada bagaimana upaya yang dilakukan agar mampu memenuhi kaidah tujuan dari Rakorda yang dilaksanakan sejak tanggal 13 hingga 15 April 2011,lalu, dipusatkan di Gedung Busak Malur Tanjung Redeb. Peserta kegiatan diikuti peserta dari 13 kecamatan di Berau. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PKK Berau Sri Marawiyah, Ketua DPRD Berau Erlita Herlina, asisten, kepala bagian, camat serta organisasi pemberdayaan perempuan. Dalam pemaparannya, hasil kerja yang telah dicapai 2010 dari 3.065 akseptor, tercapai sekitar 12,43 persen. Sedangkan capaian KB aktif 62,84 persen. Tantangan dilapangan dikatakan saat ini unuk pelaksanaannya adalah pencapaian peserta KB pria. Tahun 2010 meski sesuai target Provinsi yakni 3 orang, namun jumlah tersebut harus ditingkatkan. “Sementara KB pria ini merupakan hal baru bagi masyarakat Berau dan belum dipahami secara menyeluruh, maka dari itu focus kitta saat ini bukan hanya perempuannya tapi juga prianya,” jelas Wiyati. Selain itu, guna memantabkan pelaksanaan program, bagi peserta diharapkan mampu membuat kesepakatan dalam menyusun program di masing-masing kecamatan. Untuk tahun 2011, target prefalensifnya dari Provinsi naik dari 62 persen menjadi 64 persen, sementara untuk lingkup Kabupaten Berau, disebutkan target itu ditingkatkan lagi menjadi 68 persen. Pertimbangnnya kata Wiyati, ada kontrasepsi yang penggunaannya melebihi target yang ditetapkan. Dengan demikian, peserta yang mengikuti semua pengetahuan yag diberikan dalam Rakorda terutama praktek konseling. Metode-metode yang digiatkan kedepan diharapkan mampu mengurangi keluhan kesalahan pelayanan yang masih ada terjadi. Terutama Vasektomi atau KB pria yang disasar, sebab ada target untuk Berau dalam jangka waktu tertentu yakni sebanyak 157 orang. “Terpenting adalah, bagaimana memasukan pemahaman KB di masyarakat bukan sebagai pembatas untuk memiliki anak seperti anggapan banyak orang selama ini, akan tetapi untuk menunjang upaya mensejahterakan dan memaksimalkan peran seluruh anggota keluarga didalamnya,” tandas Wiyati. Dalam kegiatan tersebut telah ditandatangani Memorandum of Understanding antara Pemberdayaan Perempuan dengan Bupati dan Wali Kota Se-Kalimantan Timur, serta kontrak kinerja Program KB yang harus dilaksanakan di daerah. as
|