Depo Pertamina Cendana Diminta Dipindah2011-04-20 00:19:46
SAMARINDA, Keberadaan Depo Pertamina yang terletak di Jalan Cendana, Samarinda dinilai tidak aman lagi, sebab dekat pemukiman dan membuat resah warga. Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Siti Qomariah meminta Pertamina bersama pemerintah merealisasikan rencana perpindahan Depo Pertamina tersebut. Siti Qomariah mengatakan, keinginannya tersebut sejurus dengan rencana Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak yang beberapa waktu lalu berkeinginan memindahkan Depo Pertamina ke daerah yang lebih mudah dijangkau oleh kapal tanker pengisian bahan bakar dan jauh dari pemukiman warga. Pasalnya, daerah yang menjadi Depo Pertamina kini telah ‘dikepung’ oleh pemukiman warga yang tentunya sangat tidak tepat untuk dijadikan ‘terminal’ bahan bakar minyak (BBM) di Samarinda. Apalagi di lokasi tersebut seringkali terjadi kebakaran. Seperti kebakaran terbaru yang terjadi Senin (18/4) kemarin di RT 34 Kelurahan Teluk Lerong Ulu Jl Cendana, dimana lokasi rumah yang terbakar itu tidak jauh dari lokasi Depo Pertamina. “Prinsipnya sejak dulu kami setuju dan mendukung rencana perpindahan tersebut. Dan sekarang kami minta dan berharap rencana tersebut bisa direalisasikan secepat mungkin,” kata Qamay. Qamay menilai pemindahan tersebut dari segi keamaan dan juga kenyamanan warga. Hal ini dikarenakan aktifitas keluar masuknya truk BBM dari depo yang mengisikan BBM ke seluruh POM Bensin yang ada di Samarinda juga melalui akses jalan yang sama. “Paling tidak jika dipindahkan, maka akan sedikit mengurangi kemacetan dan menghilangkan keresahan warga. Apalagi setelah terjadi kebakaran rumah di dekat lokasi Depo Pertamina dan juga kebakaran kapal pengangkut BBM di Dermaga Khusus Pertamina Jl Slamet Riyadi. Pasca kebakaran itu tentunya semakin membuat resah warga di daerah pemukiman,” imbuhnya. Qamay juga mengusulkan agar pihak-pihak yang terkait segera membahas kembali dan membicarakn rencana perpindahan ini. Sebab kata dia, proses perpindahan tersebut tentu tak sebentar. Banyak hal yang harus dibahas dan itu semua harus dikaji secara komprehensif. “Salah satunya adalah tentang analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) di lokasi yang baru. Juga harus dipikirkan bagaimana distribusi BBM ketika terjadi pemindahan,” pungkasnya. Sekadar diketahui, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sempat mengeluarkan statement untuk memindahkan Depo Pertamina Samarinda di Jl Cendana. Karena, kata Gubernur, jika Jembatan Mahkota II rampung, akses kapal tanker milik Pertamina akan sulit masuk ke depot yang ada saat ini. Menurutnya, memang satu hal yang paling mendasar menjadi alasan untuk memindah depot tersebut adalah bakalan terhambatnya akses kapal tanker Pertamina jika Jembatan Mahkota II selesai dikerjakan. Selain itu, alasan pemindahan depo adalah karena keberadaannya sudah tidak aman lagi, mengingat lokasinya sudah sangat berdempetan dengan rumah warga. fer/adv
|