1 Peserta UN di Kutim Meninggal Dunia2011-04-20 00:27:07
SANGATTA, Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang digelar serempak se Indonesia, sejak 18-21 April 2011 mendatang telah dimulakan. Hanya saja, di Kabupaten Sangatta Kutai Timur (Kutim), peserta yang dinyatakan tidak hadir pada hari pertama UN yang sedianya harus mengikuti ujian susulan, atas nama Adi Praja dari SMK Hasanuddin Sangatta ternyata meninggal dunia. Demikian dinyatakan Sekretaris Disdik Kutim Drs Subiakto yang dibenarkan Ketua Panitia UN Kutim, Wagiman. “Peserta UN dari SMK Hasanuddin Sangatta atas nama Adi Praja ini memang sejak awal UN tidak mengikuti. Jadi, belum sempat mengikuti UN, peserta tersebut telah sakit,” ujar Subiakto yang dibenarkan Wagiman ketika dikonfirmasi Swara Kaltim yang melakukan monitoring bersama tim monitoring dari Disdik Kaltim H Badriansyah kemarin melalui ponselnya. Dikatakannya, Disdik Kutai Timur sangat prihatin atas musibah tersebut. Ia berharap, kepada keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kuatan dan ketabah oleh Allah SWT. Sementara itu, mengenai kondisi peserta ujian yang mengikuti UN di Kutim hingga hari kedua masih tetap seperti awal ujian dilaksanakan, yakni yang tidak mengikuti ujian hanya 2 peserta tapi melaksanakannya di Rumah Sakit sebanyak 2 orang. 2 peserta tersebut semuanya berasal dari siswa tingkat SMK. “Alhamdulillah, meski ada satu peserta yang meninggal, tapi pelaksanaan UN 2011 yang dilaksanakan di Kutai Timur ini berlangsung tertib dan aman, termasuk keamanan soalnya,” jelasnya. Selain itu, lanjutnya, mengenai jumlah peserta yang mengikuti UN di tingkat SMA, MA, dan SMK di Kutai Timur, tetap sebanyak 2.167 peserta. Rinciannya yang mengikuti UN, baik SMA, MA dan SMK, yakni SMA dan MA sebanyak 1.206 orang. Kemudian, peserta SMK sebanyak 970 yang terdaftar. “Karena peserta dari SMK ada yang meninggal, maka jumlah peserta yang terdaftar dan mengikuti sebanyak 969 siswa,” ungkapnya. Sementara itu, tim monitoring dari Disdik Kaltim yang melakukan monitoring di Kutai Timur, H Badriansyah menyatakan jika melihat kondisi awal pelaksanaan UN 2011 di Kutim relatif aman. Hanya saja, mengenai kejelasan nomor soal yang diterima peserta sempat tidak terbaca. Akan tetapi, lanjut Badriansyah, semua itu cepat ditangani oleh panitia yang melakukan pengawasan di sekolah yang menemukan masalah tersebut. “Alhamdulillah mengenai masalah tidak jelasnya beberapa nomor soal yang diterima para peserta tersebut telah diatasi secara cepat. Dan untuk mengatasinya panitia melakukan berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN yang telah ditentukan. Mudah-mudahan pelaksanaan UN di Kutim hingga akhir pelaksanaan ini berlangsung sukses dan aman,” pungkasnya. mar
|