Polres Kukar Bekuk Otak Pelaku Curanmor17 Curanmor Terjadi Ditempat Berbeda
2011-06-25 00:39:52
Tenggarong, Polres Kukar berhasil mengungkap jaringan sindikat pencurian sepeda motor (curanmor), sepanjang 2010 dan menginjak 2011 hingga bulan April 2011 ini terdpat 17 kasus curanmor di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda beda. Otak pelakunya adalah Jamal. Pelaku di bekuk pada Kamis (14/4) sekitar pukul 01.30 Wita, diwarung makan “BJ Jaya” KM 5 Tenggarong, yang saat itu petugas piket Reskrim mendapat laporan dari masyarakat terhadap dengan penangkapan pelaku pencurian sepeda motor. Hasil pengembangan selain tersangka Jamal, tersangka lain berhasil di bekuk jajaran Polres Kukar, yang diantaranya atas nama Eko, Dedi Kurniawan, Robi, Misdianto, Hairul, Degi bahkan selain nama tersebut menurut pengakuan Jamal, masih ada tersangka lainnya. Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah didampingi Kasat Reskrim AKP Safi’I Nafsikin melalui Kanit Pidum Iptu Rengga Puspo, menyatakan kalau pelaku merupakan jaringan curanmor yang terorganisir bahkan dari pengembangan terdapat 17 kasus curanmor, dan yang baru dilaporkan oleh masyarakat yakni 12 unit sepeda motor.”Kelompok ini juga memiliki penadah yang terorganisir karena banyak sepeda motor hasil curiannya di jual lintas Kabupaten dan daerah pelosok,” kata Rengga, Rabu (20/4) kemarin. Rengga menuturkan, dari 12 unit sepeda motor yang berbeda lokasi TKP diantaranya adalah, pada, Senin (8/3/2010) di Bawah Jembatan Tenggarong, Rabu (26/5/2010) di Lokasi Tambang Batubara Loa Kulu, Sabtu (24/7/2010) di Jalan Stadion Tenggarong, Senin (15/11/2010) di Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang, Jumat (1/4/2011) di Jalan Stadion, Kamis (14/4/2011) Jalan Woltermongensidi Tenggarong, Selasa (8/2/2011) di Desa Separi Parkiran PT MSJ Tenggarong Seberang dan di PT GDM Desa Bangun Rejo Tenggarong Seberang, Jumat (21/5/2010) di Bawah Jembatan Tenggarong, Rabu (14/4/2010) di Jalan Danau Aji Tenggarong, Minggu (14/3/2010) di Desa Bukit Biru Tenggarong, dan terakhir Selasa (26/1/2010) di Desa Bukit Biru Tenggarong. “Dari 12 unit sepeda motor, yang berhasil kita amankan baru 8 unit, yaitu jenis Yamaha Jupiter Z, Honda Vario dan Revo serta Kawasaki Ninja,” kata Rengga. Modus operandi yang dilakukan pelaku yakni dengan cara beraksi secara bersama-sama dan terkadang sendirian. Bahkan disalah satu TKP yakni di Tenggarong Seberang, aksi tersebut dilakukan dengan cara mengangkut hasil curian dengan menggunakan mobil pickup.” Sempat saat mereka beraksi disatu TKP berhasil mencuri sebanyak 4 unit hanya dalam waktu semalam, dan saat beraksi pelaku menggunakan kunci T, sedangkan yang lainnya hanya mengawasi disekitar. Namun sebelum beraksi, dua hari sebelumnya pelaku mencuri kunci kontaknya, dan kunci tersebutlah yang digunakan untuk mencuri motor tersebut saat korbannya lengah,” ungkapnya. Setelah sepeda motor tersebut dicuri, katanya, hasil curian tersebut tidak dijual didaerah yang terdekat, melainkan dijual ke Kubar di Melak, Kutim di Sangkulirang, Kukar di Sebulu, Muara Badak, Loa Kulu, Teluk Dalam dan Muara Kaman dengan harga sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta sesuai merek motornya, dan hasilnya dibagi rata oleh masing-masing orang yang ikut mengambil motor tersebut.” Kelompok yang berhasil ditangkap ini merupakan jaringan pelaku curanmor yang terorganisir karena banyak sepeda motor yang dicuri dijual secara lintas Kabupaten dan daerah-daerah pelosok,” jelas Rengga.awi
|