Ulat Bulu Mulai Serang Samarinda2011-06-21 00:41:12
SAMARINDA, Setelah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, serangan ulat bulu mulai masuk wilayah Samarinda. Berbeda dengan ulat bulu di daerah lain, ulat bulu di Samarinda memakan daun pohon ketapang yang banyak di tanam di Terminal Bus antar kota Lempake Samarinda. Alhasil, hal itu membuat petugas Terminal Bus di Lempake terkejut. Ulat bulu berwarna putih yang belum dapat diidentifikasi jenisnya ini memakan daun pohon ketapang yang umumnya lebar-lebar. Supardi, penemu ulat bulu di pohon ketapang kepada poskota Kaltim di Terminal Bus mengatakan bahwa serangan ulat bulu ini baru terjadi Selasa (19/4) lalu. Namun saat dilihat Rabu pagi (20/4) seluruh pohon ketapang di Terminal Bus mati semua. "Daun pohon ketapang yang biasanya terlihat lebar dan menghijau, namun Rabu pagi tadi daun telah berubah berwarna kuning dan lubang-lubang," kata Supardi. Setelah dilihat, kata dia, ternyata di pohon itu sudah ada ribuan ulat bulu yang menggerogoti daun-daun pohon Ketapang. "Karena tahu ada ulat bulu saya kemudian melaporkan kejadiaan ini kepada Kepala Terminal Lempake. Oleh Pak Kepala Terminal kemudian disarankan agar tidak terjadi wabah seperti yang menimpa pulau jawa, ulat-ulat itu kemudian diminta dibakar," terang dia. Untuk mencegah ulat bulu ini terus menyebar, petugas di Terminal Bus Lempake mencoba membunuh ulat-ulat bulu dengan menggunakan api. Semua ulat bulu yang menempel didaun langsung berguguran. Sayangnya, banyaknya jumlah ulat bulu membuat tidak semua ulat bisa dibakar. Kejadiaan ini langsung dilaporkan kepada dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan yang memahami mengenai pemusnahan ulat bulu. Ribuan ulat bulu sekitar 1 cm ini menempel didaun dan batang pohon dengan tinggi 3 meter. Ulat bulu ini menyebabkan warga yang terserang akan mengalami gatal-gatal. Sementara Kepala Terminal Bus Lempake Samarinda M Manulang meraka khawatir dengan munculnya ulat bulu yang menghabiskan puluhan pohon ketapang di Terminal Bus Lempake. Meski sejauh ini, kata dia, tidak menggangu operasional Terminal Bus Lempake, namun keberadaan ulat bulu ini dikhawatirkan dapat menyebar kesejumlah tempat, termasuk ke rumah-rumah warga. "Kemarin saja satu orang petugas yang mencoba memegang hewan ini langsung terserang gatal-gatal," kata Manurung. M4n
|