Tumpang Tindih Lahan DiseminarkanWabup: Pertambangan Optimal, Kawasan Hutan Tetap Terjaga
2011-04-25 00:24:05
TENGGARONG, Permasalahan tumpang tindih lahan di wilayah Pemkab Kutai Kartanegara mendapat perhatian serius dari mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), yang dibuktikan dengan melakukan seminar pertambangan. Seminar pertambangan kepresidenan mahasiswa dan himpunan mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Unikarta yang membahas masih banyaknya status lahan yang tumpang tindih dalam kegiatan pertambangan batubara, dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Minggu (24/4). Kegiatan diselenggarakan atas kerjasama antara Fakultas Tehnik dan Dinas Pertambangan Kukar, bertujuan mencari bagaimana solusi tentang banyaknya status lahan yang tumpang tindih, khususnya di wilayah Kukar . Diakui, permasalahan tumpang tindih penggunaan lahan sektor pertambangan sulit dihindari. Ini terkait dengan keberadaan potensi mineral batubara dan minyak bumi yang berada di bawah permukaan tanah, sedang di atasnya digunakan oleh sektor lain, misalnya kehutanan, perkebunan atau sektor pertanian dalam arti luas lainnya. Wabup Kukar, HM Ghufron Yusuf saat membuka kegiatan seminar mengatakan, persoalan tumpang tindih lahan dengan kawasan kehutanan sebenarnya mencuat sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan No.P.43/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Menurut Ghufron, untuk menghindari terjadinya tumpang tindih lahan diperlukan sinkronisasi kebijakan sektor terkait, sehingga pengembangan pertambangan dapat optimal tapi di sisi lain kegiatan tersebut tidak merugikan kawasan kehutanan. "Perlu sinkronisasi lintas sektor terkait agar semua bisa berjalan, yakni mampu mengoptimalkan pengembangan pertambangan sekaligus tidak merugikan kawasan hutan," kata Ghufron. Diharapkan, dengan diadakannya seminar dimaksud, permasalahan tumpang tindih lahan yang ada saat ini bisa dicarikan solusinya dan bisa menimbulkan citra yang baik dalam hal konsistensi penerapan peraturan perundang – undangan. "Hal ini sangat penting bagi investor yang ingin menanamkan modalnya, khususnya dalam bidang pertambangan," ujar Ghufron. Seminar dihadiri peserta berasal dari organisasi mahasiswa Unikarta, Osis Sekolah Menengah Atas, 7 kecamatan dan kepala desa wilayah Kukar, dengan menghadirkan menghadirkan pembicara dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH ) wilayah IV Eko Wardhana, Dinas Kehutanan Kukar H Chairil Anwar, Dinas Pertambangan dan Energi Kukar Akhmad Taufik Hidayat, Dekan Fakultas Tehnik Unikarta Sujiman, PT Mahakam Sumber Jaya ( MSJ ) dan dari Polres Kukar Nainuri Suhadi Taruna Adiwinoto. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Fakultas Tehnik Unikarta dan Distamben Kukar. yd
|