Empat Bulan Herlina Menggendong TumorIstri Dewan Harapkan Semua Tergugah
2011-04-26 00:10:03
SUNGGUH memilukan nasib ibu muda ini. Betapa tidak, ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, kejatuhan genting, ditambah lagi tertindis dinding. Dua saudara kandungnya yakni Ida Wati (28) terserang kelumpuhan dan tak mampu bicara sejak bayi. Sedangkan saudara satunya lagi si Edi Rijali (26) terserang volio sejak kecil. Sementara wanita bernama Herlina (24) yang tinggal di RT XI Gang Banjar, Kelurahan Gunung Tabur, Kabupaten Berau ini, sudah kurang lebih empat bulan lamanya menderita semacam “tumor”, tepat di bagian payudaranya sebelah kiri sebesar bola basket anak - anak. Istri Sabri Munir (26) ini, sebelum ada benjolan daging dibagian payudaranya, pada saat itu dia sempat merasakan panas dingin selama satu minggu, dan pada saat itu juga oleh salah seorang bidan yang memeriksanya panas dingin tersebut disebabkan gigitan nyamuk cikungunya. Setelah itu, ibu Ade Saputra (7) dan Muhamad Ajril yang baru berusia 6,5 bulan ini tidak lagi merasakan panas dingin, tetapi tiba – tiba langsung muncul benjolan daging di payudaranya. Ironisnya, benjolan itu setelah panas dinginnya hilang, berselang beberapa hari payudaranya terasa ada benjolan dan langsung membesar seperti sekarang. Tak pelak wanita yang mempunyai suami kerja srabutan itu langsung lunglai, karena ia khawatir benjolan itu awal dari kanker payudara. Tetapi yang membuatnya kuat setelah periksa ke Asra salah seorang mantri, bahwa benjolan itu adalah tumor, bukan lah kanker payudara. Oleh mantri pada saat itu disarankan kontrol lima hari sekali, agar benjolan itu tidak semakin membesar. “ Tapi siapa yang sanggup kontrol, yang ngantar saja nggak ada, kami nggak punya motor, uang pun tak punya, sekali kontrol Rp 50 ribu. Buat makan aja susah, apa lagi untuk berobat,” ungkapnya sedih dengan meneteskan air mata. Ia juga mengaku bahwa selama ini belum pernah laporan kepada RT atau Lurah setempat, karena ia tidak tahu bagaimana caranya bisa mendapatkan pengobatan gratis. Herlina yang tinggal dengan orang tuanya Jannah (65) di rumah gubuk ukuran 5x11 di pingir sungai Kelay ini, kini tak berdaya menerima nasib, dan mengharapkan uluran tangan dari Pemkab Berau atau para dermawan. Karena sampai saat ini wanita yang pendiam sekalipun tak pernah memeriksakan panyakit yang dideritanya ke dokter. Sehingga ia pun tak tahu pasti benjolan yang berasarang di bagian payudaranya itu tumor atau kanker. Mendengar penderitaan yang dialami wanita yang hanya sebagai ibu rumah tangga ini, Herlina Susanti Kurniadi istri anggota DPRD Berau Kurniadi SH ini langsung merasa terpanggil, Minggu (24/4) sore, datang menjenguk dan memberikan bantuan sembako dan memberikan bantuan sejumlah uang, untuk mencukupi kebutuhan hidup dan berobat. Susanti kepada Poskoata Kaltim mengaku sangat prihatin melihat kondisi Herlina, apa lagi sesama kaum hawa. Kata dia, ini murni panggilan hati nurani sebagai istri wakil rakyat perwakilan dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), partai yang perduli terhadap wong cilik. Kata dia, meski suaminya anggota Dewan yang wilayahnya berada di daerah pemilihan (dapil) satu, Tanjung Redeb dan sekitarnya. Tetapi bagi dia itu tidak penting, namun yang terpenting adalah bagaimana PDI P ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan pertologan, khususnya masyarakat yang tidak mampu seperti Herlina ini. “ Jadi inilah khas PDI P, mau berbagi antar sesama umat beragama. Tidak perduli yang bersangkutan agama apa dan dari partai mana, yang penting dia harus bisa terselamatkan,” tegasnya. Untuk itu ia berharap kepada organisasi wanita dan instansi terkait dapat tergugah melihat penderitaan Herlina ini, agar jangan sampai ada Herlina – Herlina lain yang kurang terperhatikan. Pintanya ( Wanda Nunung Fahrurroziz).
|