Siswa Disiapkan Kendaraan Antisipasi Banjir Saat UN
2011-04-26 00:19:19
SAMARINDA, wakil walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail menyampaikan bahwa untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP, telah sidak langsung sekolah sesuai jadwal yang disusun Dinas Pendidikan, tapi juga memantau di sekolah pinggiran terutama rawan banjir yang tidak dijadwalkan, Senin (25/4). Untuk Antisipasi jika banjir terjadi, jauh-jauh hari Pemkot sudah melakukan antisipasi dengan mempersiapkan kendaraan di daerah banjir untuk mengangkut siswa, berkoordinasi dengan instansi terkait. Tetapi sampai sejauh ini diketahui tidak ada laporan dari pihak sekolah yang mengalami situasi tersebut sesuai agenda. wawali secara resmi memulai UN SLTA kota Samarinda dengan memencet tombol di ruang serbaguna SMPN 2. Kemudian beberapa tim monitoring yang dibagi beberapa kelompok melakukan kunjungan ke sekolah sesuai jadwal. Sementara wawali didampingi Asisten I Sekkot H Diwansyah, kepala Dinas Pendidikan Harimurti, Plt Kabag Humas dan Protokol Erham Yusuf dan anggota DPRD Samarinda Arifin Idris meninjau setiap ruang ujian di SMPN 2. Dari SMPN 2, melanjutkan ke SMPN 1 Jl Bhayangkara. ”Saya hanya melihat siapa tahu ada kursi yang kosong. Alhamdulillah, dari ruangan yang saya lihat peserta hadir semua. Begitu juga di SMP 1 juga tidak ada yang kosong bangkunya,” tutur Nusyirwan. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke SMPN 22 Jl Pahlawan dan SMPN 5 Jl Juanda. Di SMPN 5 sendiri, ada sekitar 15 siswa yang merupakan siswa sekolah mobil. Usai meninjau ruangan di SMPN 5, wawali spontan mengajak rombongan ke sekolah pinggiran terutama yang merupakan kawasan rawan banjir. Rombongannya pun menuju ke SMPN 27 Jl Batu Cermin Sempaja Utara, dan ternyata berlangsung lancar. Sekolah ini sendiri dikhawatirkan takut terganggu karena di daerah Sempaja rawan banjir sehingga bisa menganggu siswa ketika hendak berangkat sekolah.Dari SMPN 27, kemudian melanjutkan ke SMPN 11 Jl Perjuangan. Di sini tampak sebagian halaman sekolah tergenang banjir, dan 4 kelas pun rentan kebanjiran,hanya saja tidak sampai mengganggu proses ujian karena hanya setinggi mata kaki. Melihat kondisi ini, wawali meminta Dinas Pendidik berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk mencarikan solusi terhadap genangan air tersebut. ”Sekolah yang saya kunjungi seluruh murid rata-rata mengikuti ujian, tidak ada yang tidak masuk tanpa alasan. Di SMPN 11 tadi ada yang tidak masuk karena sudah pindah dan satu kecelakaan. Artinya, tidak ada kendala akibat cuaca, semua siswa bisa mengikuti ujian,” ucapnya.john
|