Koni Samarinda Minta Pendapat Hukum Kejari Soal Bonus

2011-04-26 06:46:39

2011-04-26  00:23:46

SAMARINDA, KONI Samarinda meminta pendapat hukum Kejaksaan Negeri Samarinda terkait proses pencairan dana untuk bonus atlet dan pelatih yang berprestasi pada pekan olahraga provinsi ke IV.
Pendapat hukum ini dikatakan Rina Barito ketua KONI Samarinda, karena dalam nomenklatur APBD Samarinda dana yang dititipkan KONI Samarinda sebesar Rp15 miliar, diusulkan dan diperjuangkan oleh klub sepakbola Persisam Putra Samarinda dan bukan untuk bonus atlet dan pelatih.
"Supaya kami tidak salah melangkah maka, kami  akan melakukan  konsultasi ke Kejari Samarinda untuk mempertanyakan soal anggaran ini, bisa atau tidak untuk membayarkan bonus atlet,  Karena anggaran ini diusulkan oleh Persisam," kata Rina Barito, di Samarinda, Senin (25/4).
Menurut dia, KONI Samarinda mengupayakan percepatan pencairan dana bonus karena memang desakan dari bawah. Hanya pihaknya tidak berani gegabah  dalam menyikapi dasar hukum dana bonus itu.
"Kalau dana itu kami paksakan untuk membayarkan bonus bisa saja, tapi inikan harus diperjelas dulu soal aturannya, karena KONI sebagai pihakl yang bertanggung jawab atas dana 15 Milyar ini," terang Rina.
Sehingga, kata Rina  KONI Samarinda perlu melakukan pertemuan dengan Pemkot, Persisam dan KONI Samarinda untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan bonus atlet Samarinda ini.
"Kalau memang perlu  dana talangan untuk bonus ini solusinya harus dipecahkan. Karena dasar adanya bonus ini dijanjikan oleh pemerintah pada saat Porprov," tambahnya.
Rina memastikan dalam waktu dekat dana itu akan dicairkan oleh Pemkot Samarinda dalam waktu dekat. Pasalnya, berkas permohonan untuk pencairan sudah dilengkapi.
Sementara itu Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Samarinda Sugeng Muhdar menambahkan, dana bonus Porprov ini telah dijanjikan oleh Pemkot Samarinda.
Hanya saja pada  saat itu dana Porprov yang tersedia sebesar Rp5 miliar dan telah habis untuk kegiatan Porprov dengan tersisakan hanya Rp700 juta.
Tentunya sisa dana tersebut, lanjut Muhdar, tidak mencukupi untuk membayarkan bonus, ditambah fakta  pada pengurus KONI Samarinda periode lalu tidak mengajukan atau mengusulkan anggaran untuk dana bonus itu.
"Dalam perjalannya, KONI dapat bantuan hibah Rp15 miliar dari pemerintah. Tapi KONI tidak pernah mengusulkan, yang mengusulkan anggaran itu Persisam. Tapi karena Persisam tidak boleh menerima langsung, harus melalui KONI," papar Muhdar.
Untuk meluruskan persoalan itu, kata Muhdar, telah melakukan pertemuan atau rembuk terkait anggaran tersebut.
"Dari hasil rembuk itu, dari dana Rp15 miliar itu kami meminta pertama, untuk membayar dana bonus, kedua untuk operasional KONI. Sisanya silahkan," tambah Muhdar.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Sugeng Purnomo mengatakan, penggunaan dana hibah KONI Samarinda itu harus sesuai dengan peruntukannya.
" Jika memang anggaran Rp15 miliar itu dianggarkan untuk KONI Samarinda, maka penggunaan dana itu  tidak masalah kalau KONI mengajukan pencairan. Tapi kalau dana itu untuk Persisam, dicairkan oleh KONI itu menyimpang," tegas Sugeng. at

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Kamis 18 September 2014
Kamis 18 September 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2468 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...