Gubernur Diminta Dengar Jaring Aspirasi Rakyat2011-04-27 00:05:35
SAMARINDA, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, diminta untuk selalu mendengar aspirasi masyarakat yang diperoleh anggota DPRD Kaltim saat melakukan reses, agar pembangunan daerah dapat tersinergis antara program pemerintah dan kebutuhan publik. Pasalnya selama ini, hasil reses anggota dewan kerap tidak mampu diakomodir pemerintah dalam program-program pembangunan. Hal itu dikatakan anggota dewan asal Fraksi Partai Bintang Demokrasi (F-PBD), Jawad Sirajuddin. Ia menilai, selama anggota dewan melakukan reses, pemerintah belum terlihat keseriusannya untuk mengakomodir aspirasi masyarakat melalui anggota dewa. Bahkan selama ini lanjutnya, Pemprov kerap hanya menjalankan program pembangunan daerah, berdasarkan program sebelumnya alias copy paste. “Seharusnya, apa yang dijadikan program pembangunan itu, harus berdasarkan pada kebutuhan masyarakat,” kata Jawad. Selain Pemprov, ia juga meminta hendaknya Pemkab/Pemkot dapat turut serta mendampingi anggota dewan saat melakukan reses, agar kebutuhan pembangunan kabupaten/kota dapat terakomodir dalam program pembangunan kabupaten/kota. Langkah itu imbuhnya, sebagai upaya sinergisitas antara legislatif dengan eksekutif, sehingga aspirasi yang diminta masyarakat pun bisa terakomodir dengan baik. Senada, anggota dewan lainnya asal F-PAN, Siti Qomariah, menilai pentingnya sinergisitas antara DPRD dengan Pemerintah Kota/Kabupaten setempat. “Sayangnya untuk kota Samarinda belum terealisasi untuk bisa mengakomodir aspirasi masyarakat bersama pemkot, “ kata Qamay – panggilan akrab Siti Qomariah. Menurutnya, sebagai legislatif yang berperan memperjuangkan anggaran, peraturan dan monitor, aspirasi masyarakat harus ditangkap dan diperjuangkan bersama. Apalagi realisasinya hingga hari ini untuk Kota Samarinda banyak keluhan yang tidak terakomodir. Sesungguhnya tentu kedudukan dewan agar bisa memperjuangkan aspirasi mereka. Kendati demikian, memang perlu adanya alat ukur yang jelas untuk bisa menilai sejauh mana tingkat kemajuan kota Samarinda. “Melalui Report hasil reses tahun lalu saja, kenyataannya sampai tahun ini aspiasi yang diteriakkan masih sama, bahkan bertambah, dari mulai masalah banjir maupun jalan rusak akibat kegiatan tambang yang melalui jalan umum menjadi penyebabnya,” papar Qamay. Disamping tanggung jawab pemerintah setempat, Qamay juga menilai perlu ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri untuk bisa disiplin hidup. Seperti contoh kecil membuang sampah pada tempatnya, kesadaran inipun tak lepas dari tanggung jawab pemerintah untuk melakukan sosialisasi terkait hal itu. fer/adv
|