Pagi Ini Telkomsel Temui Warga Lawe-lawe

2011-04-28  00:05:57

BALIKPAPAN, Manager Project Network Telkomsel Kalimantan Muhammad Toni mengatakan kalau keluhan sejumlah warga Lawe-lawe yang barang-barang elektronika mereka rusak akibat petir yang menyambar rumah mereka yang berada dekat tower milik Telkomsel dan Indosat menjadi perhatian instansi. Dia mengaku senang dengan informasi ini dan pasti siap mengganti barang-barang elektronika yang rusak yang diduga akibat rumah warga dekat dengan tower.
‘’Tim kami sebenarnya sudah mendatangi lokasi dimana ada tower Base Tranceiver Station (BTS) Telkomsel di Lawe-lawe, Kecamatan Penajam Kabupaten PPU namun belum berbicara dengan warga sekitar tower itu dan pagi ini tim yang sama akan mendatangi keluarga manasaja yang mengalami kerugian akibat hantaman petir saat hujan lebar baru-baru ini,’’ kata Muhammad Toni, kepada media ini di lantai 5 Kantor Telkomsel Kalimantan, Rabu (28/4).
Didampingi  Coorporate Communication Telkomsel Kalimantan Rina Dwi N, Toni bersama timnya Edy Sucipto, menjabat Spv Service Suport Kalimantan, Arif Rahman, Spv Site Management Kalimantan dan M Akram, Spv Network Performance Kalimantan mengatakan setiap kerusakan barang warga yang diakibatkan oleh fasilitas Telkomsel dimana saja pasti akan diperhatikan asalkan ada laporan warga dan ada bukti-bukti kuat dari pihak yang berkompeten yang menyatakan kalau kerusakan barang elektronbika itu diakibatkan karena adanya fasilitas Telkomsel, sebab semua hal berkaitan dengan itu sudah diasuransikan.
Ditanya kesimpulan peninjauan lapan oleh Tim Project Network Telkomsel Kalimantan, Toni belum merinci karena itu baru saja dilakukan dan perlu penelitian lebih lanjut, hanya saja ingin kami sampaikan kalau benar kerusakan alat-alat elektronika warga Lawe-lawe dikarenakan adanya tower Telkomsel, ini perlu penelitian karena sebalum dibangun tower pihak perusahan sudah memberikan penjelasan kepada warga sekitar tower dengan radius setinggi tower yang dibangun.
‘’Dari pengetahun kami, kendati warga ada tinggal didekat tower kemudian dating hujan lebat bersama petir yang menyambar-nyambar, tidak akan mungkin merusak peralatan elektronika warga kecuali kalau ditower milik Telkomsel tidak dipasang penangkal petir, sedcangkan tower di Lawe-lawe itu terpasang penangkal petir itu dan masih tetap ada ditiang tersebut,’’ katanya menjelaskan.
Tim dari Telkomsel berencana pagi ini akan bertemu pak Camat Penajam selanjutnya menuju lokasi dimana ada tower milik Telkomsel di Lawe-lawe kemudian bersama pemerintah kecamatan kami akan memberikan penjelasan terkait adanya tower disekitar pemukiman warga baik untuk maupun ruginya, apalagi sebelum tower itu dibangun sudah mendapat persetujuan tertulis darfi warga setempat.
Seperti diketahui, sebelumnya Manager Network Operation Support (NOST) Telkomsel Kalimantan, Petrus Sila, menyatakan Telkomsel siap memberi ganti rugi barang elektronik milik warga yang rusak yang diduga akibat sambaran petir beberapa waktu lalu setelah adanya demo warga Lawe-lawe namun masih akan dilakukan penyelidikan lebih khusus
Menurut Petrus Sila menuturkan, Telkomsel tidak bisa mengakui atau bahkan menuduh pihak lain atas musibah yang menimpa warga Kelurahan Lawe-lawe kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyusul adanya aksi demo warga akibat banyaknya peralatan elektonika yang rusak dan diduga kuat akibat berada dekat tower Telkomsel dan Indosat.
Menurut Petrus Sila, Telkomsel sudah melakukan pengecekan dan pengukuran ulang terhadap sistem grounding (penangkal petir, red) BTS yang berada di lokasi tersebut, semuanya dalam keadaan lengkap dan bagus dan telah sesuai dengan standar regulasi yang ditetapkan pemerintah, olehnya dengan adanya keluhan itu maka kami masih akan melakukan penelitian bersama pemerintah kecamatan setempat.
‘’Hasil sementara pemeriksaan yang dilakukan oleh staf kami kalau semua infrastruktur Tower milik Telkomsel di Lawe-lawe termasuk kondisi BTS tetap utuh, tidak ada elemen yang hilang atau dicuri semua berfungsi dengan baik,’’ ujarnya menambahkan.
Seperti diketahui,  Senin (25/4) pukul 09.00 wita, puluhan warga RT 6 dan RT 8 Kelurahan Lawelawe Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan aksi demo berkaitan dua tower Base Transceiver Station (BTS) milik dua operator selular Indosat dan Telkomsel yang mengakibatkan kerusakan sejumnlah alat-alat elektronika dan lainnya saat terjadi hujan lebat dan petir.  max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...