Pasar Batu Sopang Memprihatinkan2011-04-28 00:06:32
TANAH GROGOT, Kunjungan wakil bupati Paser HM Mardikansyah ke Pasar Batu Sopang dipergunakan para penjual untuk menyampaikan keluh kesahnya mengenai kondisi pasar tersebut. Hampir semua pedagang sepakat bahwa atap pasar sangat tidak layak dan sangat berbahaya bila hujan deras tiba. Wabup menyaksikan beberapa bagian atap telah bolong dan secara otomatis petak dengan kondisi demikian tidak bisa lagi dipakai. Sementara bagian lain yang atapnya belum runtuh dipasangi terpal seadanya oleh para pedagang, yang juga tidak akan mampu menahan derasnya hujan. “Biasanya jendela rumah terletak di samping tapi pasar kami inji jendelanya di atap,” kata salah seorang penjual sayur sambil menunjuk ke arah dua petak berdampingan yang atapnya bolong dengan ukuran sekitar 2-3 meter. Wakil Bupati mengatakan, atap tersebut pantas cepat rusak karena hanya terdiri dari plywood yang diberi lapisan karpet berbulu di atasnya. “Kerangkanya memang bagus, lantai serta tiangnya dari beton, namun sayang atapnya dibuat asal-asalan,” kata Mardikansyah. Keseluruhan 448 petak yang ada di pasar tersebut, semuanya terancam tidak bisa dipakai sama sekali jika hujan lebat. Menurut keterangan Camat Batu Sopang, H Abdul Kadir yang ditemani sejumlah pejabat kecamatan, rehabilitasi pasar akan segera dilaksanakan dengan biaya sekitar 600 juta melalui Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Perumahan. Namun penghuni pasar menilai jumlah tersebut tidak akan cukup untuk merehabilitasi pasar secara keseluruhan. “Mungkin hanya separuh dulu yang dikerjakan, dan sisanya akan dikerjakan belakangan,” kata warga pasar menduga-duga. Meski kurang kondusif untuk berjualan, sejumlah pedagang tetap nekat membangun kotak-kotak kecil di petak mereka sebagai tempat menyimpan barang jualan. Saat dikunjungi Wabup, Selasa (26/4), kesibukan hanya terlihat di sebagian kecil pasar itu, yaitu penjual ikan, sayuran dan keperluan sehari-hari. Hal ini wajar karena pasar itu merupakan pasar mingguan yang hanya ramai pada hari Jumat. (hms)
|