PPKRI Kalimantan Suarakan Perbatasan di Pusat2011-04-28 00:07:09
BALIKPAPAN, Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) yang digelar beberapa waktu lalu menghasilkan ketua baru, Am Ratu dengan aklamasi. Pilihan aklamasi tersebut tentunya lebih mengedepankan semangat kebersamaan dalam perjuangan tanpa mengabaikan semangat demokrasi. Namun yang lebih mengharukan hadirnya Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Korwil IV Kalimantan, dibawah komando H. Andi Agoes Y SH, sangat mendapat apresiasi dari PPKRI se Indonesia. Andi Agoes didaulat sebagai salah satu peserta Mubes pertama menyampaikan perkembangan PPKRI di daerah. Dengan gaya lugas dan tegas pada peserta yang hadir dibuat tertegun dengan buah pikir dan kerja yang dipaparkannya. “Selama ini hadirnya PKRI wilayah Kalimantan selalu berupaya memperjuangan daerah perbatasan yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat,” kata Andi. Andi mengingatkan pada anggota PPKRI seluruh Indonesia, pemberantasan korupsi dan penegakkan hukum harus menjadi musuh besar bersama anak bangsa. Kedua masalah inilah yang kini menjadi biang dari runtuhnya sendi-sendi kehidupan kita bernegara. “Korupsi belum bisa leyap dari Indonesia jika aparatnya juga bermental korup. Penegakkan hukum harus bersama-sama kita kawal, itulah yang menjadi cita-cita para pejuang kita. Sehingga siapapun tidak ada yang kebal hukum di Negara ini,”tegas Andi. Sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi UUD dan Pancasila sebagai dasar negara, semangat nasionalisme dan patriotisme yang harus terus di gelorakan. Anggota PPKRI harus menjadi pilar terdepan menjaga keutuhan NKRI layaknya semangat TNI. “Jangan sampai semangat nasionalisme dan patriotisme memudar dengan keadaan bangsa kita yang terus bergejolak saat ini. Generasi PPKRI harus mampu mengawal dan menjaga kondusifitas negara dengan tetap mensolidkan organisasi ini disetiap daerah,”harapnya. Andi megaskan pemerintah Indonesia harus serius membenahi negara ini. Bangsa ini akan menjadi terpuruk jika pemerintah lemah dan mengabaikan pembanguan dari Sabang sampai Merauke, khsusunya daerah perbatasan. “Tidak ada kata lain pemerintah daerah dan pusat harus mulai sejak sekarang melakukan pembangunan perbatasan, demi menjaga NKRI agar tetap utuh”tegas Andi. (nang)
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...