PHM Demo Gubernur Kaltim Diminta Bertanggungjawab atas Kerusakan Jalan
2011-04-28 00:16:57
SAMARINDA, Melihat kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan beberapa kabupaten/kota di wilayah Kaltim semakin rusah parah, dan tidak ada tanda-tanda diperbaiki, Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kaltim melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (27/4). Ketua PHM Kaltim Udin Mulyono dalam orasinya meminta Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dapat bertangggung jawab atas kerusakan jalan di beberapa daerah di wilayah Kaltim. Dimana jalan-jalan yang menghubungkan beberapa kabupaten/kota seperti dari Kota Samarinda-Bontang- Sangatta serta beberapa daerah lainnya kini kondisinya jalannya semakin rusak sehingga sangat mengganggu arus transportasi. "Kita ketahui Kaltim kaya akan sumber daya alam, dan penyumbang devisa terbesar, tetapi mengapa pembangunan infrastruktur jalan nampaknya kurang perhatian, hal itu bisa dilihat langsung kondisi jalan-jalan yang menghubungkan beberapa daerah kini semakin hancur bahkan sudah tidak bisa dilalui, bukan itu saja jalan yang rusak tersebut seringkali menimbulkan kecelakaan, oleh karena itu kami minta kepada pak gubernur dapat secepatnya memperbaiki, jangan sampai ada korban jiwa baru diperbaiki," tegas Udin, yang disambut yel-yel pendomo lainnya. Dalam kesempatan itu, Udin juga menyinggung terkait rencana pembangunan jalan tol, yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil, pembangunan jalan tol membuat masyarakat kecil menangis, karena pembangunan jalan tol tersebut sarat dengan kepentingan, dan tidak berpihak kepada masyarakat. "Kami minta jalan tol ditunda dulu, karena jalan-jalan yang menghubungkan beberapa daerah kondisinya tidak pernah diperhatikan, lebih baik dana pembangunann jalan tol dipergunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang menghubungkan beberapa daerah yang sekarang kondisinya semakin rusak parah dan sulit dilalui," ujar Udin. Dikatakan juga, Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kaltim sekarang ini kondisinya juga sangat buruk, karena hanya hujan sebentar Kota Samarinda sudah dipastikan tergenang air, hal seperti ini semestinya tidak perlu terjadi, kalau memang ada komitmen dari Pemprov untuk memparbaiki lingkungan, sebab kalau hal tersebut dibiarkan, Kota Samarinda bukan lagi menjadi kota Tepian (Teduh-Rapih- Indah dan Nyaman), tetapi akan menjadi Bota Banjir, oleh karena itu harus ada komitmen bersama baik antara Pemprov dengan Pemkot Samarinda dalam melakukan pembenahan, khususnya dalam penertiban tambang batu bara yang tidak memiliki amdal. "Kota Samarinda, merupakan ibukota Provinsi, maka dari itu harus diupayakan bagaimana caranya agar bisa terbebas dari banjir, begitu pula dalam upaya penanggulangan kemacetan lalu lintas, mengurangi pengguran dan permasalahan lainnya,"paparnya. PHM dalam demontrasi damai tersebut, para anggotanya membawa tulisan-tulisan yang meminta agar Gubernur Kaltim Awang Faeok Ishak (AFI) dapat bertanggung jawab bukan saja atas kerusakan jalan, tetapi untuk menyetop pembangunan jalan tol, dan yang lebih menarik dalam demo tersebut PHM dalam melakukan orasinya menggunkan sound sistem yang cukup besar, sehingga orasi yang disampaikan terdengar sampai jauh dan diselingi dengan lagu-lagu dangdut koplo.mar
|