Jalan Poros Wahau-Berau Putus

Transportasi Terganggu, Harga Sembako Melonjak

2011-04-28  00:17:57

SAMARINDA, Ketua RT 14, Desa Marga Mulia, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur, Mansyur menjelaskan bahwa jalan Provinsi Kaltim yang menghubungkan Kecamatan Sangatta Kutai Timur (Kutim), Wahau hingga Tanjung Redeb (Berau) kondisinya memprihatinkan. Bahkan kondisi jalan tersebut diketahui telah putus, sehingga mengganggu arus transportasi dan mengikibatkan harga sembako maupun kebutuhan lainnya melonjak
"Hampir seluruh jalan, dari Wahau hingga menuju Sangatta, jalan tersebut rusak berat dan tidak dapat dilintasi melalui kendaraan roda 4. Jika bisa, maka 4 hari baru bisa tembus ke Samarinda,” ujar Mansyur ketika dikofirmasi melalui ponselnya kemarin.
Akibat dari jalan yang terputus tersebut, lanjut Mansyur, maka masyarakat harus rela bersabar untuk sampai ke Kota Samarinda, khususnya ke Sangatta. Bukan hanya itu, akibat putusnya jalan poros yang menghubungkan Sangatta, Wahau, dan Berau, maka masyarakat yang ingin ke Samarinda terpaksa menggunakan transportasi jalur sungai. Khususnya mereka yang berada di Wahau.
“Dulu apabila kita ingin ke Samarinda atau Sangatta, dari Wahau atau Berau bisa menempuh waktu hanya 1 hari penuh saja. Tapi, karena jalan poros tersebut rusak berat dan mengakibatkan jalur transportasi masyarakat terputus, maka untuk sampai ke Sangatta dan Samarinda harus menempuh waktu perjalanan mencapai 4 hari,” tegasnya.
Apakah ada solusi jalan untuk mengantisipasi agar masyarakat dari Wahau dan Berau cepat sampai ke Sangatta dan Samarinda? Mansyur menyebut, sempat ada jalur alternatif yang digunakan masyarakat, yakni menggunakan jalan perusahaan. Tapi, akses tersebut tidak bertahan lama, dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi untuk akses transportasi masyarakat yang ingin menuju ke Sangatta dan Samarinda.
“Parahnya jalan ini, setiap 10 meter pasti rusak. Bahkan, apabila hujan, lumpurnya bisa mencapai atap mobil. Karenanya, saat ini masyarakat yang berada di Wahau. Jika, ingin ke Samarinda, maka harus kembali ke zaman bahari, yakni menggunakan transportasi jalur sungai atau kapal feri,” ungkapnya.
Lantas, dari jalur mana saja jalan tersebut rusak parah, Mansyur mengatakan, yakni dari Simpang Bengalon. Kemudian, lanjut ke Wahau, dan Berau, khususnya hingga di Kecamatan Labanan Tanjung Redeb.
“Titik rusaknya jalan cukup banyak hingga mencapai Simpang Kecamatan Bengalon Kutai Timur. Jika, titik rusak tersebut hanya 1 dan 2 saja, mungkin masyarakat tak masalah. Tapi, titik rusaknya jalan cukuplah banyak. Jadi, kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten dapat memperhatikan permasalahan ini, sehingga masyarakat tidak mengeluh akan jalur transportasi ini,” timpalnya.
Selain transportasi terhambat, ternyata perekonomian masyarakat kian menurun, karena jalan yang tidak bagus tersebut. Apalagi, lanjut Mansyur, harga sembako di daerah Wahau dan sekitarnya juga mengalami kekurangan stok untuk digunakan sehari-hari oleh masyarakat.
“Jika, sembilan bahan pokok ada, tapi harganya sangat mahal. Jadi, kami berharap jangan sampai permasalahan ini berlangsung lama, sehingga perekonomian masyarakat juga lebih meningkat dengan baik,” pungkasnya.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1231 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...